Risk-Off Tekan Aussie di Awal Pekan
AUD/USD melemah di awal pekan dan turun sekitar 0,3% ke area 0,6850 pada sesi Asia, setelah menembus level 0,6900. Pelemahan ini mencerminkan underperformance dolar Australia di tengah sentimen risk-off yang didorong kekhawatiran eskalasi konflik di Timur Tengah.
Tekanan pada aset berisiko terlihat dari turunnya futures S&P 500 sekitar 0,4%. Laporan Wall Street Journal yang menyebut AS mempertimbangkan penambahan hingga 10.000 pasukan untuk opsi operasi darat terhadap Iran, disertai peringatan keras dari Teheran, memperburuk kehati-hatian pasar dan menekan mata uang pro-siklus seperti AUD.
Dari sisi domestik, Perdana Menteri Australia Anthony Albanese mengumumkan pemerintah akan memangkas cukai BBM (bensin dan diesel) menjadi 50% selama tiga bulan untuk meringankan beban rumah tangga di tengah kenaikan biaya energi akibat gangguan pasokan terkait perang.
Sementara itu, dolar AS cenderung stabil dengan DXY bertahan di atas 100, ditopang pergeseran ekspektasi suku bunga. Menurut CME FedWatch, pasar telah menyingkirkan proyeksi dua kali pemangkasan suku bunga yang sempat diperkirakan sebelum perang, dan kini melihat peluang 24,6% untuk setidaknya satu kali kenaikan suku bunga The Fed tahun ini faktor yang menjaga AUD/USD tetap rentan.(asd)
Sumber: Newsmaker.id