AUD Bertahan di Tengah Lonjakan Minyak
Dolar Australia menunjukkan ketahanan meski harga minyak lebih tinggi, padahal Australia memiliki ketergantungan besar pada impor minyak bumi. Kit Juckes dari Societe Generale menilai respons AUD yang minim terhadap guncangan energi menandakan pelaku pasar belum tergesa melepas posisi beli spekulatif yang sudah terbentuk di pasar valas. Sejak akhir Februari, AUD/USD nyaris tidak turun, memperkuat pandangan bahwa koreksi yang sebelumnya dikhawatirkan belum menjadi skenario utama, sekalipun risiko lonjakan minyak berkepanjangan tetap menjadi kerentanan bagi ekonomi domestik.
Juckes menekankan dukungan utama saat ini datang dari pergerakan suku bunga relatif yang masih menguntungkan AUD. Menurutnya, diferensial suku bunga memberi bantalan yang lebih kuat dibanding periode 2022 ketika AUD/USD berada di 0,76. Di sisi lintas mata uang, AUD/CAD bahkan mencatat kinerja positif sejak perang AS dengan Iran dimulai, mempertegas bahwa faktor yield dan posisi pasar masih mendominasi arah AUD. Dengan latar tersebut, strategi bertahan pada bias long dinilai tetap relevan selama diferensial suku bunga tidak berbalik dan posisi spekulatif belum menunjukkan tanda unwind yang jelas.(Cp)
Sumber: Newsmaker.id