Dolar Australia Melemah, Sentimen Risiko Tertekan Ketegangan Timur Tengah
Dolar Australia melemah melewati 0,69 per dolar AS pada Senin 9/3 memperpanjang penurunan dari pekan lalu. Pelemahan terjadi saat eskalasi ketegangan di Timur Tengah mendorong kehati-hatian pasar dan menekan minat pada aset berisiko.
Dengan konflik yang belum menunjukkan tanda mereda, investor mengurangi eksposur pada mata uang yang sensitif terhadap sentimen risiko, termasuk dolar Australia. Kenaikan tensi geopolitik juga memicu kekhawatiran lonjakan harga minyak yang berpotensi mengangkat inflasi global.
Dari dalam negeri, Menteri Energi Australia Chris Bowen menyatakan cadangan bahan bakar negara itu berada di 36 hari untuk bensin, 34 hari untuk diesel, dan 32 hari untuk avtur. Angka tersebut berada di bawah rekomendasi International Energy Agency yang menargetkan cadangan setara 90 hari, sehingga menambah perhatian pasar terhadap kerentanan pasokan energi.
Tekanan pada aussie juga datang dari penguatan dolar AS, seiring pasar menilai Federal Reserve berpeluang menahan laju pemangkasan suku bunga. Dolar AS turut diuntungkan oleh arus safe-haven ketika ketegangan geopolitik meningkat, termasuk setelah Presiden Donald Trump menuntut Teheran menyerah tanpa syarat.
Sumber: Newsmaker.id (asd)