Aussie Cetak Puncak 3 Tahun, RBA Makin Keras
Dolar Australia menguat untuk sesi kedua berturut-turut dan menyentuh level tertinggi tiga tahun, setelah Reserve Bank of Australia (RBA) memberi sinyal sikap kebijakan yang tetap ketat. Pasangan AUD/USD sempat naik hingga 0,7147 pada perdagangan Asia Kamis, mendorong sentimen bahwa suku bunga Australia masih berpotensi naik lagi.
Gubernur RBA Michele Bullock menegaskan dewan bank sentral masih siap menaikkan suku bunga bila inflasi kembali bandel. Ia tekanan inflasi “yang angkanya masih diawali 3” dinilai belum bisa diterima, sehingga arah kebijakan tetap bergantung pada data dan akan terus menyesuaikan proyeksi terbaru.
Dari sisi indikator domestik, ekspektasi inflasi konsumen Australia naik menjadi 5,0% pada bulan Februari dari 4,6%, mengakhiri tren tujuh bulan berada di bawah 5%. Kenaikan ini dinilai memperkuat alasan RBA mempertahankan nada hawkish, setelah sebelumnya menaikkan target suku bunga kas menjadi 3,85%.
Namun, ruang kenaikan Aussie bisa tertahan bila dolar AS kembali menguat. Setelah data tenaga kerja AS lebih solid, pasar mengurangi agresivitas proyeksi pemangkasan suku bunga The Fed. CME FedWatch kini menunjukkan peluang sekitar 94% bahwa The Fed akan menahan suku bunga pada pertemuan berikutnya, naik dari 80% sebelumnya.
Fokus pasar selanjutnya akan terjadi pada rilis inflasi CPI AS pada hari Jumat, yang berpotensi mengubah ekspektasi suku bunga dan memicu volatilitas baru pada pasangan AUD/USD.(asd)
Sumber: Newsmaker.id