RBA Hawkish Tahan AUD, Tapi Pasar Nunggu Retail Sales
Dolar Aussie turun tipis di sesi Eropa hari Selasa (10/2) setelah sempat nyentuh puncak 3 tahun di area 0,7100. Saat ini AUD/USD ada di sekitar 0,7071, turun -0,29% hari ini—tanda pasar lagi ambil napas setelah reli kencang kemarin.
Pemicunya bervariasi : di satu sisi, dolar AS sempat dapat “pegangan” karena trader mulai rapihin posisi jelang data AS penting (Retail Sales, lalu data tenaga kerja & inflasi). Tapi di sisi lain, narasi pasar tenaga kerja AS yang melambat masih nahan Greenback buat ngacir lebih jauh. Gedung Putih lewat Kevin Hassett bahkan bilang angka job growth beberapa bulan ke depan bisa terlihat lebih kecil karena pertumbuhan angkatan kerja melambat dan produktivitas naik—jadi pasar makin sensitif sama data yang keluar minggu ini.
Yang bikin AUD tetap relatif kuat (walau koreksi) adalah cerita domestik: RBA baru saja mulai mengetatkan kebijakan—menaikkan suku bunga 25 bps ke 3,85%, langkah pertama dalam dua tahun, dan pasar masih menimbang peluang pengetatan lanjutan kalau inflasi bandel. Divergensi kebijakan ini bikin AUD punya “bantalan” dibanding dolar AS yang arahnya justru diperdebatkan soal kapan mulai cut.
Fokus berikutnya jelas: malam ini Retail Sales AS bisa jadi pemicu volatilitas, lalu pasar bakal full konsentrasi ke data tenaga kerja yang sempat tertunda (rilis Rabu) dan inflasi AS (Jumat). Dari Australia, rilis CPI pekan ini juga bakal jadi penentu apakah pasar makin berani pasang posisi “RBA lanjut hawkish” atau tidak. (Arl)
Sumber: Newsmaker.id