Aussie Menguat Setelah RBA “Ketatkan” Kebijakan
Dolar Australia menguat pada hari Selasa (3/2) setelah Reserve Bank of Australia menaikkan suku bunga acuan (cash rate) 25 bps menjadi 3,85% pada rapat kebijakan pertama 2026. Kenaikan ini menandai perubahan arah yang cukup tegas: RBA menilai tekanan harga kembali mengeras sejak paruh kedua 2025 dan inflasi berisiko bertahan di atas target lebih lama, sehingga bank sentral perlu kembali “mengencangkan” kebijakan.
Reaksi pasar langsung terlihat di mata uang. AUD/USD saat ini berada di sekitar 0,703 (naik sekitar 1% pada hari ini), lebih tinggi dibanding level 0,7008 yang disebut di laporan sebelumnya. Penguatan AUD didorong kombinasi “rate advantage” (imbal hasil Australia naik) dan ekspektasi bahwa RBA masih membuka peluang langkah lanjutan jika data inflasi tidak cepat turun.
Namun, ruang apresiasi AUD tetap akan dipengaruhi dua faktor: (1) seberapa kuat sinyal RBA soal kenaikan berikutnya (apakah “data-dependent” atau mengarah ke jalur pengetatan), dan (2) arah dolar AS—karena bila USD kembali menguat tajam, AUD biasanya ikut tertahan meski domestiknya positif. (Arl)
Sumber : Newsmaker.id