The Fed Hawkish Batasi Rebound Bitcoin
Bitcoin bergerak menguat pada perdagangan Rabu (1/7) dan kembali berada sedikit di atas level psikologis US$60.000. Meski demikian, aset kripto terbesar dunia itu masih berada dalam tekanan besar setelah mencatat pelemahan tajam sepanjang kuartal sebelumnya.
Bitcoin saat ini bergerak di sekitar US$60.125, setelah sempat jatuh ke level terendah intraday di sekitar US$57.891. Pergerakan ini menunjukkan adanya rebound teknikal, tetapi belum cukup kuat untuk mengubah sentimen utama pasar yang masih rapuh.
Tekanan terhadap Bitcoin masih datang dari ekspektasi suku bunga tinggi Amerika Serikat. Federal Reserve sebelumnya memberi sinyal hawkish dalam rapat Juni, sehingga pasar memperkirakan peluang kenaikan suku bunga setidaknya satu kali pada tahun ini masih terbuka. Kondisi suku bunga tahun ini masih terbuka. Kondisi suku bunga tinggi biasanya menjadi beban bagi aset spekulatif seperti kripto karena tidak memberikan imbal hasil.
Selain faktor suku bunga, minat investor terhadap kripto juga tertahan oleh rotasi dana ke saham-saham berbasis artificial intelligence atau AI. Investor saat ini lebih memilih aset berisiko yang memiliki fundamental pendapatan lebih jelas, seperti perusahaan teknologi dan infrastruktur AI, dibandingkan aset kripto yang masih sangat spekulatif.
Arus keluar dana dari ETF Bitcoin spot juga masih menjadi tekanan utama. Produk ETF yang sebelumnya menjadi katalis besar bagi Bitcoin kini justru menghadapi tekanan jual institusional. Jika outflow berlanjut, permintaan terhadap Bitcoin berpotensi tetap terbatas dalam jangka pendek.
Sentimen pasar juga dipengaruhi oleh ketidakpastian pembicaraan damai Amerika Serikat dan Iran. Meskipun pembicaraan teknis masih berlangsung, belum ada kepastian soal terobosan diplomatik. Ketidakpastian geopolitik ini membuat investor tetap berhati-hati terhadap aset berisiko tinggi.
Ketua Federal Reserve Kevin Warsh juga menolak memberi panduan langsung mengenai arah suku bunga berikutnya. Dalam forum bank sentral di Sintra, Portugal, Warsh menegaskan bahwa keputusan The Fed akan sangat bergantung pada data ekonomi. Sikap tersebut membuat pasar semakin fokus pada data tenaga kerja dan inflasi AS berikutnya.
Dari sisi politik, perhatian pasar kripto juga tertuju pada laporan keuangan Presiden Donald Trump. Trump dilaporkan mencatat lebih dari US$1,4 miliar pendapatan dari berbagai bisnis kripto keluarganya pada 2025. Pendapatan tersebut berasal dari World Liberty Financial, penjualan token kripto, dan memecoin $TRUMP.
Di pasar altcoin, Ethereum menguat ke sekitar US$1.617,82, sementara Solana naik ke sekitar US$77,30. Kenaikan juga terlihat pada sejumlah altcoin lain seperti XRP, Cardano, BNB, Dogecoin, dan $TRUMP. Namun, sebagian besar aset kripto masih berusaha memulihkan kerugian besar dari kuartal sebelumnya.
Secara keseluruhan, Bitcoin memang berhasil rebound ke atas US$60.000, tetapi tekanan fundamental belum sepenuhnya hilang. Selama ETF masih mencatat outflow, The Fed tetap hawkish, dan investor lebih memilih saham AI, ruang kenaikan Bitcoin masih terbatas.
Ke depan, area US$60.000 menjadi level penting yang perlu dipertahankan. Jika Bitcoin mampu bertahan di atas level tersebut, peluang rebound menuju US$61.500 hingga US$63.000 bisa terbuka. Namun, jika kembali turun di bawah US$58.000, risiko pelemahan lanjutan menuju area US$56.500 masih perlu diwaspadai. (arl)
Sumber: Newsmaker.id