Risk-On Balik, Kripto Kebagian Tenaga
Pasar kripto di sesi Eropa Senin (12/1) bergerak campur tapi cenderung menguat, setelah dolar AS melemah dan investor kembali menimbang arah suku bunga AS menjelang rilis inflasi pekan ini.
Bitcoin (BTC) saat ini di sekitar $90.765, sempat menyentuh high $92.369 sebelum balik melambat—menandakan euforia sempat muncul, tapi pelaku pasar cepat kembali hati-hati.
Ethereum (ETH) diperdagangkan sekitar $3.116,9, ikut terbantu oleh sentimen “liquidity trade” ketika pasar melihat peluang rate cut masih hidup, walau timing-nya bisa mundur.
Di altcoin, Solana (SOL) menguat ke $139,73 (momentum lebih agresif), sementara XRP melemah ke $2,05—menunjukkan rotasi pasar masih selektif: risk-on masuk, tapi nggak rata ke semua koin.
Pendorong makro paling besar hari ini adalah melemahnya dolar setelah pasar kembali khawatir soal “risiko institusional” terkait independensi The Fed. Saat USD melemah, aset berisiko termasuk kripto biasanya dapat dorongan karena likuiditas dan appetite spekulatif meningkat.
Namun, gas kripto belum full karena pasar juga menghadapi “tembok data”: investor menunggu data inflasi AS yang bisa mengubah ekspektasi suku bunga. Kalau inflasi lebih panas, yield bisa naik dan kripto rawan terseret koreksi; kalau lebih dingin, ruang reli bisa kebuka lagi.
Kesimpulannya, sesi Eropa hari ini terlihat sebagai rebound yang masih rapuh: ada dukungan dari dolar yang melemah, tapi arah berikutnya akan sangat ditentukan oleh data inflasi dan headline politik-makro yang bisa mengubah sentimen dalam hitungan menit. (Arl)
Sumber : Newsmaker.id