Kripto Menghadapi Tekanan: Apakah Saatnya Berhati-hati di Pasar yang Volatil?
Pasar mata uang kripto pada hari Selasa (23/12), menunjukkan dinamika yang hati‑hati dengan tekanan jual masih mendominasi, terutama pada aset utama seperti Bitcoin dan Ethereum. Menurut laporan pasar, harga Bitcoin menghadapi tekanan, diperdagangkan di bawah area kunci dan sentimen pasar masih didominasi oleh “fear” atau ketakutan investor, walau beberapa analis masih melihat potensi rebound tergantung pada likuiditas dan sentimen pasar jangka pendek.
Salah satu cerita altcoin menarik datang dari Trump Coin, sebuah aset niche yang kini turun lebih dari 93% sejak Januari 2025, mencerminkan risiko tinggi spekulatif di pasar yang tetap rentan terhadap perubahan suasana pasar. Indeks Fear & Greed juga masih menunjukkan kondisi Extreme Fear, menegaskan suasana kehati‑hatian investor.
XRP dan Ethereum: Sensitif terhadap Sentimen, Minat Investor Meningkat
Beberapa altcoin menunjukkan respons yang berbeda terhadap sentimen pasar. XRP dikenal sangat sensitif terhadap gejolak sentimen pasar, di mana rasio komentar positif versus negatif turun ke zona “fear”, yang sering memicu pergerakan harga tak terduga bahkan tanpa faktor fundamental baru.
Sementara itu, ada lonjakan minat investor terhadap Ethereum (ETH), meskipun aktivitas jaringan belum sepenuhnya mengikuti kenaikan harga. Data on‑chain menunjukkan risiko overheat, sebuah situasi di mana harga naik cepat namun volume atau aktivitas fundamental masih kurang kuat.
Tekanan di Bitcoin dan Strategi Korporat yang Berpengaruh
Di sisi Bitcoin, situasi belakangan ini cukup kompleks. Strategy, pemegang Bitcoin korporat terbesar, mengurangi pembelian Bitcoin setelah periode akumulasi agresif pada awal Desember, yang turut mempengaruhi sentimen pasar. Meski demikian, pergerakan harga Bitcoin tetap berada dalam kisaran yang menarik bagi sejumlah trader.
Dalam perkembangan institusional, bank besar seperti JPMorgan Chase dikabarkan sedang mempertimbangkan membuka layanan trading kripto untuk klien institusional, sebuah indikasi bahwa adopsi aset digital oleh institusi keuangan tradisional terus berkembang meskipun pasar sedang sideways. (Arl)
Sumber : Newsmaker.id