Harga Perak Turun, Ketegangan Dagang Mereda dan Pasar Waspada Data Inflasi
Harga perak mengalami penurunan pada sesi perdagangan Selasa karena saat berita ini ditulis harga XAG diperdagangkan $51.65.
Meredanya ketegangan dagang antara Amerika Serikat dan Tiongkok mengurangi minat investor terhadap aset safe haven. Presiden AS Donald Trump menyampaikan keyakinannya bahwa kedua negara akan mencapai kesepakatan perdagangan dalam waktu dekat, menjelang pertemuannya dengan Presiden Tiongkok Xi Jinping. Pernyataan ini membuat pasar lebih tenang dan mengurangi tekanan geopolitik yang selama ini mendukung harga logam mulia.
Sebelum pertemuan puncak berlangsung, pejabat tinggi dari kedua negara dijadwalkan akan bertemu di Malaysia untuk membahas isu sensitif, termasuk pembatasan ekspor mineral langka dari Tiongkok dan tarif tambahan dari AS. Harapan akan adanya kemajuan dalam perundingan ini semakin memperkuat sentimen bahwa risiko global bisa menurun, sehingga minat terhadap perak dan emas pun ikut meredup.
Faktor lain yang menekan harga perak adalah optimisme pasar bahwa penutupan pemerintahan AS akan segera berakhir. Hal ini menambah sentimen positif di pasar keuangan, membuat investor lebih percaya diri untuk keluar dari aset aman dan kembali ke aset berisiko seperti saham. Meskipun belum resmi dibuka kembali, pernyataan dari penasihat ekonomi Gedung Putih memberi sinyal kuat bahwa kebuntuan politik mungkin segera terselesaikan.
Ke depan, perhatian investor akan tertuju pada data inflasi AS yang akan dirilis akhir pekan ini. Data ini sangat dinantikan karena akan memengaruhi ekspektasi pasar terhadap arah kebijakan suku bunga bank sentral AS. Jika inflasi tetap tinggi, kemungkinan The Fed akan tetap berhati-hati dalam menurunkan suku bunga, yang bisa berdampak pada pergerakan harga perak selanjutnya.(asd)
Sumber: Newsmaker.id