Perak Melemah Tipis, Tren Positif Masih Terjaga?
Perak mengalami tekanan pada sesi Eropa hari Kamis (16/10), meski masih bergerak di atas $52,50/oz setelah menorehkan rekor baru awal pekan ini di $53,6/oz. Sentimen didorong ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed akhir Oktober dan kemungkinan lanjutan di Desember, sejalan komentar terbaru Jerome Powell soal pelemahan pasar tenaga kerja yang menambah alasan pelonggaran. Dolar yang rapuh turut menyangga logam mulia, menjaga tren naik XAG/USD tetap utuh.
Permintaan aset aman juga menguat di tengah ketegangan dagang AS–Tiongkok, setelah kedua negara memberlakukan biaya pelabuhan saling balas yang menambah gangguan rantai pasok global. Di dalam negeri AS, shutdown pemerintah memasuki pekan ketiga, mempertebal ketidakpastian makro dan mendorong alokasi ke emas–perak. Kombinasi faktor geopolitik dan kebijakan ini menjaga bid pada logam mulia meski volatilitas pasar masih tinggi.
Dari sisi fisik, musim belanja India menjelang Dhanteras (18 Okt)–Diwali (20 Okt) menjadi angin tambahan: harga perak ritel di Chennai menembus ₹2 lakh/kg, menandakan permintaan kuat jelang festival. Ke depan, fokus pasar tertuju pada FOMC 28–29 Oktober dan update tensi dagang; konfirmasi pelonggaran The Fed berpotensi menjaga perak di kisaran tinggi, sementara meredanya risiko bisa memicu jeda teknikal. (Arl)
Sumber : Newsmaker.id