Investor Cerna Data AS, Perak Tetap Perkasa
Perak bertahan di atas $41 per ons pada hari Kamis (11/9), mendekati level tertinggi dalam 14 tahun karena investor mencerna data ekonomi AS terbaru yang memperkuat ekspektasi penurunan suku bunga Federal Reserve.
Klaim pengangguran mingguan melonjak 27.000 menjadi 263.000, tertinggi sejak Oktober 2021, sementara harga konsumen naik 0,4% pada bulan Agustus—dua kali lipat dari laju bulan Juli dan sedikit di atas perkiraan—mendorong inflasi tahunan ke level tertinggi tujuh bulan di angka 2,9%. Rilis ini menyusul laporan PPI hari Rabu, yang secara tak terduga menunjukkan penurunan harga produsen.
Pada saat yang sama, ketegangan geopolitik terus menopang permintaan logam mulia sebagai aset safe haven. Presiden AS Donald Trump mendesak Uni Eropa untuk mengenakan tarif pada Tiongkok dan India guna menekan Rusia terkait konflik Ukraina, sementara Polandia melaporkan telah mencegat pesawat nirawak Rusia dalam serangan skala besar di Ukraina barat.
Di sisi industri, permintaan yang kuat dari tenaga surya, kendaraan listrik, dan elektronik telah menjaga pasar perak fisik tetap ketat di tengah kendala pasokan yang berkelanjutan. (Arl)
Sumber: Trading Economics