Perak Rebound Tipis usai Trump Tunda Serangan Iran
Harga perak memangkas penurunan awal dan berbalik naik tipis pada Senin, dipicu langkah Presiden AS Donald Trump yang menunda selama lima hari rencana serangan terhadap Iran. Trump menyebut penundaan itu dilakukan setelah adanya “pembicaraan yang produktif” dengan Teheran, sehingga pasar mendapat jeda singkat dari tekanan eskalasi geopolitik.
Meski demikian, pemulihan perak masih terbatas. Harga perak tetap berada dekat level terendah sejak Desember, menandakan sentimen pasar belum benar-benar pulih dan volatilitas masih tinggi—terutama karena isu energi dan suku bunga masih menjadi tema utama.
Pada pekan lalu, perak anjlok lebih dari 15% setelah lonjakan harga minyak dan kekhawatiran inflasi membuat pasar mulai memproyeksikan kebijakan moneter yang lebih ketat untuk lebih lama. Narasi “higher-for-longer” kembali menguat, bahkan memunculkan spekulasi kemungkinan kenaikan suku bunga The Fed menjelang akhir tahun bila inflasi energi terus merembes ke inflasi inti.
Sinyal bank sentral global juga belum sepenuhnya memberi ruang bagi pemulihan logam mulia. ECB, Bank of England, dan Bank of Japan sama-sama menahan suku bunga, namun memberi sinyal mereka siap mengetatkan lagi jika tekanan inflasi berlanjut. Itu menjadi tantangan bagi logam mulia yang tidak memberikan imbal hasil, termasuk perak.
Inti Newsmaker: penundaan serangan memberi “relief” sesaat untuk perak, tetapi arah berikutnya tetap sangat bergantung pada dua faktor: apakah tensi Iran benar-benar mereda, dan apakah oil shock akan memaksa bank sentral mempertahankan kebijakan ketat lebih lama.(yds)
Sumber: Newsmaker.id