Perak Terkoreksi, Dolar Menguat
Harga perak (XAG/USD) melemah ke sekitar $89,25 pada perdagangan awal Asia hari Selasa , setelah sebelumnya bergerak sangat volatil. Tekanan utama datang dari penguatan dolar AS, yang biasanya membuat komoditas berdenominasi USD termasuk perak menjadi relatif lebih mahal bagi pembeli luar negeri.
Dari sisi geopolitik, tensi Timur Tengah kembali memanas setelah rangkaian serangan dan ancaman balasan memperbesar kekhawatiran konflik melebar. Kondisi ini sebetulnya bisa mendukung aset safe haven seperti perak, namun dorongan tersebut belum cukup kuat untuk mengimbangi efek dolar yang sedang dominan.
Penguatan dolar mendapat tambahan tenaga dari data ISM Manufacturing PMI AS yang lebih kuat dari perkiraan, tercatat 52,4 (masih ekspansif). Data ini memperkuat narasi bahwa tekanan harga dan inflasi belum benar-benar reda apalagi ketika harga energi ikut terdorong oleh konflik sehingga pasar cenderung menilai The Fed akan menahan suku bunga lebih lama.
Pelaku pasar juga menanti serangkaian pernyataan pejabat The Fed hari ini, termasuk John Williams, Jeff Schmid, dan Neel Kashkari, yang berpotensi memengaruhi arah ekspektasi suku bunga. Jika komentar mereka bernada lebih hawkish, dolar bisa tetap kuat dan membatasi ruang pemulihan perak dalam jangka pendek.(asd)
Sumber: Newsmaker.id