Perak Tersungkur, Pasar Redam Mode Safe Haven
Perak terkoreksi tajam pada perdagangan Jumat (15/1), pasca otoritas di China mengambil langkah untuk “mendinginkan” pasar berjangka daratan—pasar yang belakangan ikut menjadi mesin penguat reli perak global hingga menembus rekor. Spot silver sempat anjlok hingga 5,1%, melanjutkan pelemahan yang sudah terlihat pada sesi sebelumnya, sementara emas cenderung stabil.
Pemicu utamanya datang dari pengetatan aturan di bursa berjangka China. Regulator meminta bursa—termasuk Shanghai Futures Exchange (SHFE)—untuk menertibkan aktivitas perdagangan frekuensi tinggi, termasuk penyesuaian infrastruktur (server) serta pemangkasan batas maksimal posisi intraday untuk kontrak berjangka perak. Setelah volatilitas yang “tidak biasa” dalam beberapa hari terakhir, langkah ini dipandang sebagai sinyal bahwa China ingin menekan spekulasi berlebihan.
Meski terkoreksi, performa perak pekan ini masih terbilang kuat: masih naik sekitar 12% secara mingguan, walau laju kenaikannya mulai melandai setelah AS pada Rabu memilih menahan diri untuk tidak langsung mengenakan tarif impor pada mineral penting. Ancaman tarif yang sempat menggantung menjadi salah satu bahan bakar reli, tetapi keputusan untuk tidak menerapkan bea masuk secara luas membuat sebagian pelaku pasar melakukan aksi ambil untung.
Di sisi lain, tren besar perak belum sepenuhnya patah. Kenaikan cepat selama setahun terakhir ikut ditopang rotasi investor ke komoditas—seiring kekhawatiran soal pelemahan mata uang, utang pemerintah yang membengkak, dan risiko kebijakan yang sulit diprediksi. Namun, harga yang sudah terlalu tinggi juga berpotensi memicu peningkatan daur ulang, meski laju pasokan dari material bekas dinilai masih tertahan oleh keterbatasan kapasitas pemurnian grade tinggi.
Menjelang akhir sesi London, perak turun 2,9% ke $89,7018 per ons. Emas naik tipis 0,1% ke $4.618,92 per ons dan masih mengarah naik sekitar 2% sepanjang pekan. Platinum dan palladium ikut melemah, masing-masing turun setidaknya 3%, sementara pergerakan indeks dolar relatif datar.
Source: Newsmaker.id