Perak Bergejolak! Turun Tajam, Tapi Masih Siap Cetak Kejutan Besar
Harga perak melemah setelah sesi sebelumnya ditutup sedikit lebih rendah. Penurunan ini terjadi karena investor mengabaikan keputusan Amerika Serikat yang menahan diri untuk tidak mengenakan tarif pada mineral penting. Sentimen pasar pun berubah lebih hati-hati.
Meski turun, perak masih diperdagangkan di kisaran tinggi, mendekati US$90 per ons. Logam putih ini tetap berada di jalur kenaikan mingguan sekitar 13%. Kenaikan tersebut didorong oleh rotasi besar investor ke komoditas, termasuk emas dan beberapa logam dasar yang sempat mencetak rekor tertinggi awal pekan ini.
Pada Kamis lalu, harga perak sempat anjlok hingga 7,3%. Namun, harga kemudian pulih dari sebagian besar kerugian tersebut. Pemulihan ini terjadi setelah Presiden AS Donald Trump memutuskan untuk tidak memberlakukan tarif besar pada impor mineral penting.
Kekhawatiran soal tarif sebelumnya membuat banyak logam, termasuk perak, tertahan di gudang-gudang AS. Kondisi ini memicu short squeeze global tahun lalu. Dampaknya masih terasa dan terus memberikan dukungan pada harga perak hingga memasuki tahun 2026.
Pada pukul 07.38 pagi waktu Singapura, harga perak tercatat turun 2% menjadi US$90,8611 per ons. Sementara itu, harga emas, platinum, dan paladium bergerak stabil. Indeks Spot Dolar Bloomberg juga cenderung datar setelah ditutup naik tipis 0,1% pada sesi sebelumnya. (az)
Sumber: Newsmaker.id