• Tue, Mar 10, 2026|
  • JKT --:--
  • TKY --:--
  • HK --:--
  • NY --:--

Market & Economic Intelligence Platform Insight on Macro, Commodities, Equities & Policy

23 October 2025 21:31  |

Minyak Naik Hampir 5% Pasca AS Sanksi Baru ke Rusia

Harga minyak melonjak hampir 5% pada hari Kamis (23/10)  pasca Amerika Serikat menjatuhkan sanksi terhadap dua pemasok utama minyak Rusia, Rosneft dan Lukoil, terkait perang Rusia di Ukraina. Kenaikan ini memperpanjang reli dari sesi sebelumnya.

Kontrak berjangka Brent naik $2,99 atau 4,8% menjadi $65,58 per barel pada pukul 13.30 GMT, sementara West Texas Intermediate (WTI) naik $2,93 atau 5% menjadi $61,43 per barel.

Beberapa sumber perdagangan mengatakan kepada Reuters bahwa perusahaan minyak milik negara Tiongkok telah menangguhkan pembelian minyak Rusia yang dikirim lewat laut dari kedua perusahaan tersebut, yang semakin mendorong harga naik.

Namun, sebagian kenaikan harga berkurang setelah Menteri Perminyakan Kuwait menyatakan bahwa kelompok OPEC siap menyeimbangkan kembali pasar dengan meningkatkan produksi bila terjadi kekurangan pasokan.

Menurut analis Saxo Bank, Ole Hansen, sanksi AS berarti kilang minyak di Tiongkok dan India—dua pembeli utama minyak Rusia harus mencari pemasok alternatif untuk menghindari terputus dari sistem perbankan Barat. Pemerintah AS juga menyatakan siap mengambil tindakan lebih lanjut dan menyerukan Moskow agar segera menyetujui gencatan senjata di Ukraina.

Pekan lalu, Inggris juga menjatuhkan sanksi terhadap Rosneft dan Lukoil. Uni Eropa telah menyetujui paket sanksi ke-19 terhadap Rusia, termasuk larangan impor gas alam cair (LNG) Rusia.

Setelah sanksi AS diumumkan, kontrak berjangka Brent dan WTI langsung naik lebih dari $2 per barel, didukung oleh penurunan tak terduga dalam persediaan minyak AS.

Dampak sanksi terhadap pasar minyak akan bergantung pada bagaimana India bereaksi dan apakah Rusia dapat menemukan pembeli alternatif, kata analis UBS, Giovanni Staunovo.

India menjadi pembeli terbesar minyak mentah Rusia dengan harga diskon sejak perang Ukraina dimulai. Namun, sumber industri mengatakan kilang India kemungkinan besar akan memangkas tajam impor minyak Rusia akibat sanksi baru ini.

Perusahaan Reliance Industries, pembeli utama minyak Rusia di India, berencana untuk mengurangi bahkan menghentikan impor tersebut sepenuhnya, menurut dua sumber yang mengetahui hal itu.

Meski demikian, beberapa pelaku pasar masih skeptis apakah sanksi ini akan menyebabkan perubahan mendasar dalam keseimbangan pasokan dan permintaan global.(yds)

Sumber: Reuters.com

Related News

OIL

Harga Minyak Naik Dua Hari Beruntun, Ditopang Optimisme Daga...

Minyak naik untuk hari kedua di tengah optimisme atas perundingan perdagangan AS menjelang batas waktu minggu depan, dan kare...

25 July 2025 10:56
OIL

Brent Terombang-ambing, Pasar Bingung Antara Sanksi dan Paso...

Harga minyak mengalami pergerakan yang tidak stabil pada hari Selasa (15/07), di tengah ketidakpastian pasar atas dampak kebi...

15 July 2025 21:42
OIL

Minyak Dunia Tertahan

Harga minyak sedikit berubah setelah mengalami penurunan beberapa minggu yang lalu, dengan hubungan pedagang dampak dari sank...

22 September 2025 07:39
OIL

Pasokan Tambah, Ekspor Turun: Drama Baru Harga Minyak Dimula...

Harga minyak dunia pada Rabu (2/7) nyaris tak berubah karena pasar menimbang berbagai faktor, mulai dari rencana peningkatan ...

2 July 2025 16:19
BIAS23.com NM23 Ai