Minyak Ditutup Menguat: Pasar Menanti Pernyataan Trump
Harga minyak ditutup lebih tinggi pada Kamis (28/8), yang bangkit dari pelemahan awal setelah Gedung Putih mengatakan Presiden AS Donald Trump tidak senang saat mengetahui Rusia menyerang Ukraina dengan rudal dan drone semalam.
Kontrak berjangka Brent naik 57 sen, atau 0,8%, menjadi $68,62 per barel, sementara WTI AS naik 45 sen, atau 0,7%, dan ditutup di $64,60 per barel.
Rusia menghantam Ukraina dengan serangan rudal dan drone mematikan pada Kamis dini hari, menewaskan sedikitnya 21 orang di Kyiv, menurut pejabat kota. Sementara itu, militer Ukraina menyatakan menggunakan drone untuk menyerang dua kilang minyak Rusia semalam.
Trump akan memberikan pernyataan terkait situasi tersebut pada Kamis malam, kata sekretaris pers Gedung Putih Karoline Leavitt kepada wartawan. Kedua acuan minyak sempat turun sekitar 1% di awal sesi, namun berbalik naik setelah komentarnya.
Pelaku pasar juga menantikan respons India terhadap tekanan AS untuk menghentikan pembelian minyak Rusia, setelah Trump menggandakan tarif impor dari India hingga maksimal 50% pada Rabu.
Ekspor minyak Rusia ke India diperkirakan meningkat pada September, kata para pedagang, menantang tekanan dari AS.
Harga minyak sebelumnya berada di bawah tekanan karena pasar memperkirakan permintaan bahan bakar yang lebih rendah setelah long weekend Hari Buruh di AS.
Pasokan minyak mentah juga diperkirakan naik seiring rencana OPEC+ menaikkan produksi September sebesar 547.000 barel per hari.
Permintaan yang lebih lemah dan pasokan yang lebih tinggi akan menyebabkan persediaan minyak meningkat, tulis Ritterbusch and Associates dalam catatan.(yds)
Sumber: Reuters