Harga Minyak Stabil, Pasar Tunggu Hasil Pertemuan Trump-Zelenskyy
Harga minyak mentah dunia bergerak stabil pada hari Senin (18 Agustus 2025), di tengah harapan pasar akan tercapainya kesepakatan damai antara Rusia dan Ukraina. Para pelaku pasar menanti hasil pertemuan penting antara Presiden AS Donald Trump dan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy di Washington, yang berpotensi memengaruhi prospek pasokan energi global. Minyak Brent berada di level $66,02 per barel, sementara minyak mentah WTI naik tipis 0,14% ke $62,23 per barel.
Trump sebelumnya bertemu Presiden Rusia Vladimir Putin di Alaska dan tampak menyetujui pendekatan Moskow yang mengutamakan kesepakatan damai daripada gencatan senjata. Menurut Ole Hansen, kepala strategi komoditas Saxo Bank, pasar saat ini menantikan sinyal apakah perdamaian bisa tercapai dan bagaimana dampaknya terhadap pasokan minyak dan gas global, khususnya di Eropa. Ia juga mencatat bahwa spekulan kini memegang posisi net short gabungan pertama untuk WTI, yang dapat membuat harga rentan terhadap lonjakan mendadak.
Komentar tajam dari penasihat perdagangan Gedung Putih Peter Navarro soal pembelian minyak Rusia oleh India juga memengaruhi harga. Ia menuduh India bertindak sebagai "pusat kliring global" bagi minyak Rusia, membantu Moskow mendapatkan dolar untuk mendanai perang. Hal ini, ditambah dengan penundaan pembicaraan dagang, menimbulkan kekhawatiran baru bahwa aliran energi global masih terganggu oleh ketegangan geopolitik dan diplomatik.
Sementara itu, Trump meredakan ketegangan dengan mengatakan tarif pembalasan terhadap negara-negara seperti Tiongkok belum perlu diterapkan segera, meski bisa saja terjadi dalam beberapa minggu ke depan. Tiongkok dan India adalah pembeli utama minyak Rusia. Investor juga akan mencermati pidato Ketua The Fed Jerome Powell di simposium Jackson Hole akhir pekan ini, yang dapat memberikan petunjuk soal arah kebijakan suku bunga AS dan pengaruhnya terhadap harga energi dan aset berisiko lainnya.(ayu)
Sumber: Newsmaker.id