Minyak Lesu Jelang KTT Trump–Putin
Harga minyak melemah, bergerak dekat $66/barel, karena pasar menunggu pertemuan langsung Donald Trump–Vladimir Putin pada Jumat jam 21.30 WIB. Pertemuan ini berpotensi mengubah arus ekspor minyak dari salah satu produsen terbesar dunia.
Putin memuji upaya Trump mengakhiri perang Ukraina, namun Trump menilai ada 25% peluang pertemuan gagal. Jika ada kemajuan damai, premi risiko geopolitik bisa turun dan menekan harga. Sebelum KTT, Trump mengancam tarif sekunder pada pembeli utama minyak Rusia. Rusia adalah eksportir minyak terbesar kedua setelah Saudi, dengan China dan India menjadi pembeli diskon utama.
Secara year-to-date, harga minyak turun sekitar 10% akibat kekhawatiran kebijakan dagang Trump dan kembalinya pasokan OPEC+. Ekspektasi rekor surplus pada 2026 menekan pasar dan berpotensi memberi Trump ruang menekan Putin.
Tidak ada kabar resmi yang diharapkan sebelum perdagangan Jumat tutup; pembicaraan dimulai pukul 3 sore waktu New York, sehingga reaksi harga kemungkinan baru terlihat Senin pagi di Asia. Pekan lalu, Trump menggandakan tarif barang India menjadi 50% karena pembelian minyak Rusia, dan mempertimbangkan pengetatan pada “shadow fleet”—namun belum menarget China untuk menghindari lonjakan harga. Trump juga mengancam “konsekuensi sangat berat” jika Putin tak setuju gencatan senjata, sambil mendorong pertemuan kedua cepat dengan Zelenskiy.(ayu)
Sumber: Newsmaker.id