Minyak Bersiap Catat Penurunan Mingguan Tertajamnya Sejak Juni
Harga minyak stabil pada hari Jumat (8/8), namun bersiap mencatatkan penurunan mingguan terbesar sejak akhir Juni, di tengah kekhawatiran terhadap prospek ekonomi akibat tarif baru dan potensi pertemuan antara Presiden AS Donald Trump dan Presiden Rusia Vladimir Putin.
Kontrak berjangka Brent naik 14 sen atau 0,2% ke $66,57 per barel (pukul 13:16 GMT)
Kontrak berjangka WTI (West Texas Intermediate) naik 4 sen atau 0,1% ke $63,92 per barel
Secara mingguan:
Minyak Brent diperkirakan turun 4,4%
Minyak WTI diperkirakan turun 4,9% dibanding penutupan Jumat lalu
Tarif AS dan Kekhawatiran Permintaan Energi
Tarif baru AS terhadap sejumlah mitra dagang mulai berlaku pada hari Kamis, yang meningkatkan kekhawatiran terhadap aktivitas ekonomi global dan permintaan minyak, menurut catatan analis ANZ Bank.
Tarif tersebut diberlakukan di tengah melemahnya pasar tenaga kerja AS, dan pengumuman Kremlin bahwa Putin dan Trump akan bertemu dalam beberapa hari mendatang — sebuah pertemuan yang terjadi di tengah ketegangan perdagangan antara AS dan negara-negara pembeli minyak Rusia.
Ancaman Tarif Tambahan pada India
Trump juga mengancam akan menaikkan tarif terhadap India jika negara tersebut terus membeli minyak dari Rusia, sebuah langkah yang oleh pasar dilihat sebagai tekanan tambahan terhadap Rusia untuk segera mencapai kesepakatan dengan AS, ujar analis independen Tina Teng.(yds)
Sumber: Reuters