Minyak Anjlok Mingguan, Fokus pada Pasokan Rusia dan Tarif AS
Harga minyak turun tajam pekan ini, menuju penurunan mingguan terbesar sejak Juni. Brent turun hampir 5% ke sekitar $66 per barel, sementara West Texas Intermediate (WTI) di bawah $64. Penurunan terjadi meski AS memberlakukan sanksi kepada India atas impor minyak dari Rusia, dan Presiden Trump bersiap bertemu dengan Vladimir Putin meski belum ada kesepakatan truce dengan Ukraina.
Trump menggandakan tarif impor dari India menjadi 50% sebagai hukuman atas pembelian minyak Rusia, membuat perusahaan minyak milik negara India mengurangi pembelian dan mencari sumber lain. AS juga mempertimbangkan mengenakan tarif pada China terkait impor energi Rusia. Namun pasar menilai upaya diplomasi AS-Rusia belum berdampak besar pada pasokan minyak.
Harga minyak turun setelah tiga bulan berturut-turut menguat, karena kekhawatiran potensi kelebihan pasokan tahun ini akibat pelonggaran pembatasan produksi oleh OPEC+. Perlambatan ekonomi global, yang dipicu oleh perang dagang dan kebijakan Trump, juga membebani permintaan energi.
Analis energi Gao Mingyu mengatakan pembicaraan AS-Rusia dan rencana pertemuan Trump-Putin meredakan kekhawatiran risiko pasokan, menurunkan premi risiko geopolitik. Kondisi pasar kini lebih bearish dengan tekanan dari fundamental pasokan dan permintaan yang melemah. Perbedaan harga kontrak minyak jangka pendek juga menunjukkan kondisi pasar yang lebih longgar dibanding bulan lalu.
Poin Penting:
Minyak turun hampir 5% pekan ini, Brent di $66, WTI di bawah $64
AS gandakan tarif impor India ke 50% karena beli minyak Rusia
Potensi kelebihan pasokan dan perlambatan ekonomi global tekan harga minyak
Diplomasi AS-Rusia kurangi risiko geopolitik, pasar makin bearish.(ayu)
Sumber: Newsmaker.id