• Fri, Mar 13, 2026|
  • JKT --:--
  • TKY --:--
  • HK --:--
  • NY --:--

Market & Economic Intelligence Platform Insight on Macro, Commodities, Equities & Policy

4 August 2025 16:44  |

Minyak Melemah Terkait Kenaikan Produksi OPEC+ dan Risiko dari Rusia

Harga minyak turun karena investor mencerna keputusan OPEC+ untuk meningkatkan pasokan secara signifikan, sekaligus mengantisipasi potensi langkah AS terhadap aliran minyak Rusia.

Harga Brent diperdagangkan mendekati $69 per barel setelah OPEC+ menyetujui peningkatan produksi sebesar 547.000 barel per hari mulai September, sesuai dengan ekspektasi pasar. Belum jelas apakah pemangkasan pasokan tambahan akan dilonggarkan dalam beberapa bulan mendatang, atau aliansi tersebut akan mempertahankan kebijakan saat ini.

Harga minyak mengalami tiga bulan kenaikan berturut-turut, tetapi sempat anjlok pada hari Jumat lalu akibat data ketenagakerjaan AS yang lemah, memicu kekhawatiran bahwa ekonomi terbesar dunia itu sedang melambat pasca gelombang tarif dari pemerintahan Trump. Meskipun stok minyak global meningkat di awal tahun, sebagian besar akumulasi terjadi di Tiongkok—jauh dari pusat penentuan harga utama pasar.

Para pedagang kini mempertimbangkan kemungkinan AS akan mengambil tindakan terhadap aliran minyak Rusia minggu ini, termasuk pembeli besar seperti India, dalam upaya meningkatkan tekanan terhadap Moskow untuk menghentikan perang di Ukraina.

Menurut Bjarne Schieldrop, Kepala Analis Komoditas di SEB AB, “Persediaan minyak global diperkirakan akan terus meningkat pada paruh kedua 2025, yang kemungkinan akan menekan harga minyak lebih rendah, meski distribusinya tidak merata di seluruh dunia.”

Peningkatan pasokan OPEC+ bulan September juga diperkirakan akan mengakhiri pembatasan produksi dari delapan negara anggota—termasuk Arab Saudi dan Rusia—yang diberlakukan sejak 2023. Pemulihan produksi secara bertahap ini dianggap sebagai upaya kolektif untuk merebut kembali pangsa pasar global.

Namun, ketidakpastian masih menyelimuti aliran minyak dari Rusia. Meski begitu, India belum menginstruksikan kilangnya untuk menghentikan pembelian minyak dari Rusia, menurut sumber yang mengetahui masalah ini.

Presiden Donald Trump sebelumnya mengecam India atas pembelian energi tersebut, dan mengancam akan memberlakukan sanksi sekunder mulai 8 Agustus. Pada hari Minggu, Trump mengatakan bahwa utusan khusus Steve Witkoff mungkin akan berkunjung ke Rusia minggu ini, kemungkinan pada hari Rabu atau Kamis.

Harga saat ini:

Brent kontrak Oktober turun 1% ke $68,96 per barel (pukul 10:22 waktu London).

WTI kontrak September turun 1,1% ke $66,62 per barel.(yds)

Sumber: Bloomberg

Related News

OIL

Harga Minyak Naik Dua Hari Beruntun, Ditopang Optimisme Daga...

Minyak naik untuk hari kedua di tengah optimisme atas perundingan perdagangan AS menjelang batas waktu minggu depan, dan kare...

25 July 2025 10:56
OIL

Brent Terombang-ambing, Pasar Bingung Antara Sanksi dan Paso...

Harga minyak mengalami pergerakan yang tidak stabil pada hari Selasa (15/07), di tengah ketidakpastian pasar atas dampak kebi...

15 July 2025 21:42
OIL

Pasokan Tambah, Ekspor Turun: Drama Baru Harga Minyak Dimula...

Harga minyak dunia pada Rabu (2/7) nyaris tak berubah karena pasar menimbang berbagai faktor, mulai dari rencana peningkatan ...

2 July 2025 16:19
OIL

Minyak Terus Naik karena Arus Rusia yang Lebih Rendah Mengim...

Minyak memperpanjang kenaikan terbesarnya dalam hampir empat minggu karena pasokan minyak mentah Rusia yang lebih ketat memba...

11 February 2025 14:35
BIAS23.com NM23 Ai