Minyak Lanjutkan Reli, Pasar Waspadai Ketatnya Suplai Global
Harga minyak mentah Brent berjangka naik lebih dari 1% menuju $71 per barel pada hari Selasa (29/7), melanjutkan kenaikan 2,4% di sesi sebelumnya yang didorong oleh data ekonomi AS yang lebih kuat dari perkiraan dan meningkatnya kekhawatiran atas risiko pasokan global.
Presiden Trump memperingatkan Rusia tentang "sanksi sekunder" jika tidak menyetujui gencatan senjata Ukraina dalam 10-12 hari, sementara Kremlin mengisyaratkan tidak akan mengubah sikap. Peringatan ini menyusul sanksi baru Uni Eropa terhadap Rusia, yang juga berdampak pada Nayara Energy India, yang memaksanya untuk memangkas produksi kilang.
Di sisi makro, keyakinan konsumen AS melampaui ekspektasi, mendukung optimisme seputar permintaan. Perhatian kini beralih ke batas waktu kesepakatan perdagangan 1 Agustus dan pertemuan OPEC+ mendatang yang akan menentukan tingkat produksi September.
Minyak berada di jalur untuk kenaikan bulanan ketiga berturut-turut, didukung oleh permintaan musim panas yang kuat dan persediaan yang ketat di wilayah-wilayah utama. Namun, potensi kelebihan pasokan di akhir tahun membayangi karena OPEC+ terus meningkatkan produksi. (Arl)
Sumber: Trading Economics