• Wed, Mar 11, 2026|
  • JKT --:--
  • TKY --:--
  • HK --:--
  • NY --:--

Market & Economic Intelligence Platform Insight on Macro, Commodities, Equities & Policy

25 July 2025 03:15  |

Minyak Pangkas Kenaikan Pasca AS Pertimbangkan Izin Chevron Beroperasi Lagi di Venezuela

Harga minyak memangkas kenaikannya pada Kamis sore setelah laporan Reuters menyebutkan bahwa pemerintahan Presiden AS Donald Trump mungkin akan mengizinkan Chevron untuk melanjutkan operasinya di Venezuela.

Minyak mentah Brent naik 26 sen, atau 0,38%, ke $68,77 per barel pada pukul 13:14 waktu CDT (18:14 GMT), sedangkan WTI (West Texas Intermediate) AS naik 44 sen, atau 0,67%, ke $65,69 per barel.

Sebelumnya, WTI sempat naik lebih dari satu dolar, dan Brent juga hampir mencapai level tersebut.

“Kabar bahwa Chevron mungkin diizinkan kembali beroperasi di Venezuela langsung menjegal pergerakan pasar,” kata John Kilduff, mitra di Again Capital LLC.

Kilduff menambahkan bahwa pasar tidak memperkirakan pemerintah AS akan membuka Venezuela untuk perusahaan minyak AS lainnya.

“Ini hanya pengecualian khusus,” tegasnya.

Dukungan dari Rusia dan Data Stok Minyak AS

Sebelum berita Chevron muncul, harga minyak sempat menguat karena Rusia berencana memangkas ekspor bensin ke semua negara kecuali beberapa sekutu dan Mongolia—negara yang memiliki kesepakatan pasokan dengan Moskow.

“Rencana Rusia memotong ekspor bensin memberi dorongan positif bagi pasar,” kata Phil Flynn, analis senior di Price Futures Group.

“Pasar sedang mencari alasan untuk naik, dan itu menjadi pemicunya.”

Pada awal sesi perdagangan, harga minyak juga terdorong oleh laporan penurunan stok minyak mentah AS dan harapan tercapainya kesepakatan dagang antara AS dan Uni Eropa, yang dapat menurunkan tarif.

“Penurunan stok minyak mentah AS dan langkah diplomatik perdagangan memberi dukungan tambahan pada harga,” jelas Janiv Shah, analis dari Rystad Energy.

Stok Minyak AS Turun Tajam, Trade Deal Tambah Sentimen Positif

Pada hari Rabu, dua diplomat Eropa mengatakan bahwa Uni Eropa dan AS semakin mendekati kesepakatan dagang yang mungkin mencakup tarif dasar 15% terhadap impor UE, dengan kemungkinan pengecualian. Ini bisa menjadi kesepakatan besar berikutnya setelah perjanjian dengan Jepang.

Masih pada hari Rabu, data dari Badan Informasi Energi AS (EIA) menunjukkan bahwa stok minyak mentah AS turun 3,2 juta barel menjadi 419 juta barel pekan lalu. Penurunan ini jauh melebihi ekspektasi analis, yang dalam jajak pendapat Reuters hanya memperkirakan penurunan sebesar 1,6 juta barel.(yds)

Sumber: Reuters

Related News

OIL

Brent Terombang-ambing, Pasar Bingung Antara Sanksi dan Paso...

Harga minyak mengalami pergerakan yang tidak stabil pada hari Selasa (15/07), di tengah ketidakpastian pasar atas dampak kebi...

15 July 2025 21:42
OIL

Pasokan Tambah, Ekspor Turun: Drama Baru Harga Minyak Dimula...

Harga minyak dunia pada Rabu (2/7) nyaris tak berubah karena pasar menimbang berbagai faktor, mulai dari rencana peningkatan ...

2 July 2025 16:19
OIL

Minyak Terus Naik karena Arus Rusia yang Lebih Rendah Mengim...

Minyak memperpanjang kenaikan terbesarnya dalam hampir empat minggu karena pasokan minyak mentah Rusia yang lebih ketat memba...

11 February 2025 14:35
OIL

Minyak Turun karena Dolar Melonjak Pasca Pemangkasan Suku Bu...

Minyak turun karena ekspektasi untuk lebih sedikit pemangkasan suku bunga oleh Federal Reserve tahun depan mendorong dolar. ...

19 December 2024 07:12
BIAS23.com NM23 Ai