Pasokan Tercekik! Harga Minyak Melejit Usai Sanksi Rusia & Ledakan di Irak
Harga minyak dunia menguat pada perdagangan Jumat (18/07) setelah Uni Eropa mengesahkan sanksi baru terhadap Rusia dan munculnya gangguan pasokan dari wilayah Kurdistan, Irak. Kedua faktor ini memperkuat kekhawatiran pasar akan kelangkaan pasokan minyak dalam jangka pendek.
Minyak Brent naik $0,62 atau 0,89% ke level $70,14 per barel, sementara WTI AS naik $0,64 atau 0,95% ke $68,18 per barel. Lonjakan ini terjadi di tengah pengumuman paket sanksi ke-18 Uni Eropa terhadap Rusia, yang mencakup penurunan batas harga G7 untuk minyak mentah Rusia menjadi $47,6 per barel, menurut sumber diplomatik yang dikutip Reuters.
Selain itu, serangan drone selama empat hari terakhir di ladang minyak Kurdistan, Irak, memotong separuh produksi wilayah tersebut dari sekitar 280.000 menjadi 140.000–150.000 barel per hari. Meskipun tidak ada pihak yang mengklaim bertanggung jawab, pejabat Irak menyebut kelompok milisi yang didukung Iran sebagai kemungkinan pelaku. Pemerintah federal Irak menyatakan bahwa ekspor ke Turki akan segera dilanjutkan.
Permintaan musiman juga memperkuat harga. Data JPMorgan menunjukkan konsumsi minyak global rata-rata mencapai 105,2 juta barel per hari dalam dua minggu pertama Juli—naik 600.000 barel dari tahun lalu. Di saat yang sama, stok minyak mentah AS tercatat turun signifikan sebesar 3,9 juta barel, jauh di bawah ekspektasi.
Kondisi pasar tetap ketat meskipun OPEC+ perlahan meningkatkan pasokan. Namun analis memperingatkan bahwa potensi peningkatan produksi dan ketidakpastian kebijakan tarif AS menjelang Agustus dapat membatasi kenaikan harga dalam beberapa pekan ke depan. Untuk minggu ini, Brent dan WTI tetap melemah masing-masing 0,30% dan 0,42%, mencerminkan pasar yang masih dibayangi sentimen hati-hati.
Sumber: (ayu-newsmaker)