• Wed, Mar 11, 2026|
  • JKT --:--
  • TKY --:--
  • HK --:--
  • NY --:--

Market & Economic Intelligence Platform Insight on Macro, Commodities, Equities & Policy

9 July 2025 17:13  |

Harga Minyak Naik Terkait Serangan Kapal di Laut Merah

Harga minyak naik pada Rabu (9 Juli), yang mempertahankan level tertinggi sejak 23 Juni. Kenaikan ini didorong oleh serangan terhadap kapal-kapal di Laut Merah, kekhawatiran atas tarif tembaga AS yang tajam, serta prediksi penurunan produksi minyak di Amerika Serikat.

Kontrak berjangka Brent naik 48 sen atau 0,7% menjadi $70,63 per barel pada pukul 08:55 GMT. Sementara itu, West Texas Intermediate (WTI) naik 51 sen atau 0,8% menjadi $68,84 per barel.

Setelah beberapa bulan relatif tenang, serangan kembali terjadi di jalur pelayaran penting Laut Merah dalam sepekan terakhir. Sumber menyebut milisi Houthi yang didukung Iran di Yaman sebagai pihak yang bertanggung jawab.

Pada Rabu, misi penyelamatan sedang berlangsung untuk mengevakuasi kru kapal kargo yang tenggelam setelah serangan mematikan yang menewaskan sedikitnya empat orang. Houthi belum mengklaim bertanggung jawab atas insiden tersebut.

Kenaikan harga juga didukung oleh proyeksi Energy Information Administration (EIA) AS pada Selasa yang memperkirakan produksi minyak AS di tahun 2025 akan lebih rendah dari perkiraan sebelumnya. Hal ini disebabkan oleh turunnya harga minyak yang membuat produsen AS mengurangi aktivitas pengeboran.

Presiden AS Donald Trump pada Selasa mengumumkan akan memberlakukan tarif 50% terhadap tembaga impor, sebagai upaya mendorong produksi domestik logam penting yang digunakan dalam kendaraan listrik, perangkat militer, jaringan listrik, dan barang konsumsi lainnya.

Pengumuman tersebut datang bersamaan dengan penundaan tenggat waktu tarif lainnya hingga 1 Agustus, memberikan sedikit harapan pada mitra dagang utama bahwa negosiasi keringanan tarif masih mungkin terjadi meskipun banyak pelaku usaha tetap menghadapi ketidakpastian.

Meski ada kekhawatiran bahwa tarif dapat menekan permintaan minyak, untuk saat ini permintaan bahan bakar selama liburan 4 Juli di AS cukup kuat. Data awal juga menunjukkan kemungkinan peningkatan persediaan minyak mentah AS sekitar 7,1 juta barel.

Dengan meningkatnya konsumsi bahan bakar di musim panas dan situasi geopolitik di Laut Merah, “ide soal pasokan melimpah di masa depan kini harus mempertimbangkan faktor jangka pendek,” tulis catatan riset dari broker minyak PVM.

Data resmi persediaan minyak dari EIA akan dirilis pada pukul 14:30 GMT.

Sementara itu, OPEC+ bersiap menaikkan produksi minyak secara signifikan pada September, seiring dengan selesainya pencabutan pemangkasan sukarela oleh delapan negara anggota serta penyesuaian kuota baru Uni Emirat Arab.

Langkah ini mengikuti pengumuman OPEC+ pada Sabtu lalu yang menyetujui kenaikan pasokan sebesar 548.000 barel per hari untuk bulan Agustus.(yds)

Sumber: Reuters

Related News

OIL

Pasokan Tambah, Ekspor Turun: Drama Baru Harga Minyak Dimula...

Harga minyak dunia pada Rabu (2/7) nyaris tak berubah karena pasar menimbang berbagai faktor, mulai dari rencana peningkatan ...

2 July 2025 16:19
OIL

Minyak Terus Naik karena Arus Rusia yang Lebih Rendah Mengim...

Minyak memperpanjang kenaikan terbesarnya dalam hampir empat minggu karena pasokan minyak mentah Rusia yang lebih ketat memba...

11 February 2025 14:35
OIL

Minyak Turun karena Dolar Melonjak Pasca Pemangkasan Suku Bu...

Minyak turun karena ekspektasi untuk lebih sedikit pemangkasan suku bunga oleh Federal Reserve tahun depan mendorong dolar. ...

19 December 2024 07:12
OIL

Minyak Terus Turun karena Tanda-tanda Pengurangan Tarif Memi...

Minyak terdorong turun setelah Menteri Perdagangan AS Howard Lutnick mengatakan pemerintahan Trump dapat mencabut beberapa ta...

5 March 2025 07:48
BIAS23.com NM23 Ai