Brent Stabil, Pasar Menimbang Risiko Hormuz
Harga minyak Brent bergerak relatif stabil di sekitar US$89 per barel pada perdagangan Senin(17/8) setelah mencatat kenaikan kuat sepanjang pekan lalu. Pergerakan berlangsung fluktuatif karena pasar masih menimbang ketegangan baru di Timur Tengah dengan tanda bahwa arus pengiriman minyak melalui Selat Hormuz belum sepenuhnya terhenti.
Sentimen geopolitik kembali memanas setelah Presiden Donald Trump mengancam akan mengambil tindakan militer terhadap Oman jika negara tersebut menghalangi blokade AS terhadap kapal-kapal Iran. Pada saat yang sama, masa gencatan senjata 60 hari antara AS dan Iran berakhir tanpa kemajuan berarti, sementara negosiasi kedua negara masih berada dalam kebuntuan.
Meski demikian, produsen minyak Timur Tengah masih mampu mengirimkan minyak mentah dalam volume besar keluar dari Teluk Persia. Kondisi ini membantu meredam kekhawatiran pasar terhadap gangguan pasokan yang lebih serius dan menjadi salah satu faktor yang membatasi kenaikan Brent.
Iran dan Oman sebelumnya juga dilaporkan semakin mendekati kesepakatan mengenai pengelolaan Selat Hormuz. Namun, Amerika Serikat tidak terlibat dalam pembicaraan tersebut dan diperkirakan tetap menuntut kebebasan penuh bagi pelayaran melalui jalur yang menjadi salah satu titik terpenting bagi arus minyak dan LNG global.
Washington kini juga memberi sinyal akan meningkatkan tekanan ekonomi terhadap Iran. Menteri Keuangan AS Scott Bessent menyebut langkah pembatasan baru dapat diumumkan pekan ini. Pergeseran fokus dari tekanan militer menuju sanksi ekonomi sedikit menurunkan risiko eskalasi langsung, tetapi sekaligus membuka kemungkinan gangguan di Hormuz berlangsung lebih lama.
Analisis Newsmaker: Brent saat ini berada dalam tarik-menarik antara risiko geopolitik dan keberlanjutan pasokan. Selama arus minyak dari Teluk masih berjalan, kenaikan harga cenderung terbatas. Namun, kebuntuan AS-Iran, potensi sanksi baru, serta ancaman terhadap Hormuz tetap menjaga premi risiko dan membuat volatilitas minyak berpotensi tetap tinggi.(gn)
Sumber: Newsmaker.id