• Mon, Aug 17, 2026|
  • JKT --:--
  • TKY --:--
  • HK --:--
  • NY --:--

Market & Economic Intelligence Platform Insight on Macro, Commodities, Equities & Policy

17 August 2026 20:49  |

Brent Stabil, Pasar Menimbang Risiko Hormuz

Harga minyak Brent bergerak relatif stabil di sekitar US$89 per barel pada perdagangan Senin(17/8) setelah mencatat kenaikan kuat sepanjang pekan lalu. Pergerakan berlangsung fluktuatif karena pasar masih menimbang ketegangan baru di Timur Tengah dengan tanda bahwa arus pengiriman minyak melalui Selat Hormuz belum sepenuhnya terhenti.

Sentimen geopolitik kembali memanas setelah Presiden Donald Trump mengancam akan mengambil tindakan militer terhadap Oman jika negara tersebut menghalangi blokade AS terhadap kapal-kapal Iran. Pada saat yang sama, masa gencatan senjata 60 hari antara AS dan Iran berakhir tanpa kemajuan berarti, sementara negosiasi kedua negara masih berada dalam kebuntuan.

Meski demikian, produsen minyak Timur Tengah masih mampu mengirimkan minyak mentah dalam volume besar keluar dari Teluk Persia. Kondisi ini membantu meredam kekhawatiran pasar terhadap gangguan pasokan yang lebih serius dan menjadi salah satu faktor yang membatasi kenaikan Brent.

Iran dan Oman sebelumnya juga dilaporkan semakin mendekati kesepakatan mengenai pengelolaan Selat Hormuz. Namun, Amerika Serikat tidak terlibat dalam pembicaraan tersebut dan diperkirakan tetap menuntut kebebasan penuh bagi pelayaran melalui jalur yang menjadi salah satu titik terpenting bagi arus minyak dan LNG global.

Washington kini juga memberi sinyal akan meningkatkan tekanan ekonomi terhadap Iran. Menteri Keuangan AS Scott Bessent menyebut langkah pembatasan baru dapat diumumkan pekan ini. Pergeseran fokus dari tekanan militer menuju sanksi ekonomi sedikit menurunkan risiko eskalasi langsung, tetapi sekaligus membuka kemungkinan gangguan di Hormuz berlangsung lebih lama.

Analisis Newsmaker: Brent saat ini berada dalam tarik-menarik antara risiko geopolitik dan keberlanjutan pasokan. Selama arus minyak dari Teluk masih berjalan, kenaikan harga cenderung terbatas. Namun, kebuntuan AS-Iran, potensi sanksi baru, serta ancaman terhadap Hormuz tetap menjaga premi risiko dan membuat volatilitas minyak berpotensi tetap tinggi.(gn)

Sumber: Newsmaker.id

Related News

OIL

Harga Minyak Naik Dua Hari Beruntun, Ditopang Optimisme Daga...

Minyak naik untuk hari kedua di tengah optimisme atas perundingan perdagangan AS menjelang batas waktu minggu depan, dan kare...

25 July 2025 10:56
OIL

Minyak Melonjak, Serangan Rudal Iran ke Israel Uji Gencatan ...

Harga minyak menguat tajam pada Senin setelah Iran meluncurkan beberapa gelombang rudal ke arah Israel, meningkatkan kekhawat...

8 June 2026 07:33
OIL

API Laporkan Lonjakan Stok AS, Minyak Melunak!

Harga minyak melemah tipis pada Rabu pagi setelah data American Petroleum Institute (API) menunjukkan kenaikan persediaan min...

18 March 2026 08:44
OIL

Brent Terombang-ambing, Pasar Bingung Antara Sanksi dan Paso...

Harga minyak mengalami pergerakan yang tidak stabil pada hari Selasa (15/07), di tengah ketidakpastian pasar atas dampak kebi...

15 July 2025 21:42
BIAS23.com BIAS23.com NM23 Ai