Minyak Hapus Kenaikan, Harapan Deal AS-Iran Tekan Harga
Harga minyak menghapus kenaikan sebelumnya setelah optimisme terhadap peluang kesepakatan diplomatik antara Amerika Serikat dan Iran meningkat. Harapan ini meredakan kekhawatiran pasar terhadap eskalasi konflik yang sebelumnya sempat mendorong harga minyak lebih tinggi.
Qatar menyatakan bahwa draf bahasa untuk potensi kesepakatan jangka pendek AS-Iran mulai diedarkan di antara pihak terkait. Namun, Qatar juga menegaskan bahwa belum ada rencana pembicaraan langsung antara kedua negara dan belum ada jadwal pasti untuk tercapainya kesepakatan.
Menteri Keuangan AS Scott Bessent turut menambah optimisme pasar setelah mengatakan ada peluang kesepakatan dapat tercapai dalam waktu dekat. Pernyataan tersebut membuat harga minyak berbalik turun, dengan West Texas Intermediate atau WTI melemah 2,9% ke sekitar US$78 per barel, setelah sebelumnya sempat naik 2,5%. Brent untuk kontrak Oktober juga turun 2,2%.
Meski begitu, risiko pasokan belum sepenuhnya hilang. Iran masih membantah adanya pembicaraan langsung dengan AS dan tetap menegaskan otoritasnya atas Selat Hormuz. Jalur ini sangat penting karena sebelum perang membawa sekitar seperlima pasokan minyak mentah dan gas alam cair dunia, sementara arus komoditas yang terpantau melalui kawasan tersebut masih sangat terbatas.
Dari sisi dampak market, pelemahan minyak menunjukkan sebagian premi risiko geopolitik mulai keluar dari harga. Jika kesepakatan AS-Iran benar-benar tercapai dan arus kapal melalui Selat Hormuz membaik, Brent dan WTI berpotensi lanjut tertekan. Namun, jika negosiasi gagal atau insiden terhadap kapal kembali terjadi, harga minyak bisa kembali melonjak cepat karena pasar masih sensitif terhadap risiko pasokan global. (asd)*