• Wed, Jul 15, 2026|
  • JKT --:--
  • TKY --:--
  • HK --:--
  • NY --:--

Market & Economic Intelligence Platform Insight on Macro, Commodities, Equities & Policy

15 July 2026 15:47  |

Blokade AS ke Iran Angkat Harga Minyak

Harga minyak kembali melonjak sekitar 2% pada perdagangan Rabu (15/7) setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump memberlakukan kembali blokade laut terhadap seluruh pelabuhan Iran. Ketegangan makin meningkat setelah Garda Revolusi Iran mengancam akan menutup jalur ekspor lain yang menguntungkan AS dan sekutunya.

Brent naik US$1,71 atau 2% ke level US$86,44 per barel. Sementara itu, West Texas Intermediate atau WTI menguat US$1,43 atau 1,8% ke level US$80,77 per barel. Kenaikan ini melanjutkan penguatan sebelumnya, setelah harga minyak ditutup naik 2% ke level tertinggi satu bulan.

Pasar kembali khawatir terhadap gangguan pasokan di Selat Hormuz, jalur penting yang biasanya dilewati sekitar seperlima minyak dan LNG dunia sebelum perang Iran pecah. Garda Revolusi Iran menyatakan bahwa ekspor energi kawasan harus bisa dinikmati bersama, atau tidak dinikmati sama sekali.

Konflik AS dan Iran kembali memanas setelah gencatan yang rapuh mulai retak. Pada Rabu dini hari, militer AS kembali melancarkan serangan baru untuk melemahkan kemampuan Iran dalam menyerang kapal komersial di Selat Hormuz. Trump juga mengatakan bahwa target energi akan disimpan untuk tahap terakhir, tetapi tetap bisa diserang jika diperlukan.

Goldman Sachs memperkirakan ekspor Teluk sempat pulih ke atas 80% dari level sebelum perang setelah nota kesepahaman AS-Iran pada Juni. Namun, dalam sepekan terakhir, ekspor kembali turun di bawah 50% atau sekitar 11 juta barel per hari. Bank tersebut bahkan memperingatkan bahwa Brent bisa menembus US$110 per barel pada kuartal IV jika pemulihan ekspor Teluk terus terhambat.

Ketegangan juga melebar setelah Iran mengklaim meluncurkan serangan drone ke posisi AS di pangkalan Azraq, Yordania, serta menargetkan fasilitas senjata dan penyimpanan di Bahrain dan Kuwait. Dampaknya ke market, minyak masih berisiko bertahan tinggi selama blokade, ancaman penutupan jalur ekspor, dan serangan lintas kawasan belum mereda. Jika harga energi terus naik, tekanan inflasi global bisa kembali menjadi ancaman besar bagi pasar. (arl)

Sumber : Newsmaker.id

Related News

OIL

Harga Minyak Naik Dua Hari Beruntun, Ditopang Optimisme Daga...

Minyak naik untuk hari kedua di tengah optimisme atas perundingan perdagangan AS menjelang batas waktu minggu depan, dan kare...

25 July 2025 10:56
OIL

Minyak Melonjak, Serangan Rudal Iran ke Israel Uji Gencatan ...

Harga minyak menguat tajam pada Senin setelah Iran meluncurkan beberapa gelombang rudal ke arah Israel, meningkatkan kekhawat...

8 June 2026 07:33
OIL

API Laporkan Lonjakan Stok AS, Minyak Melunak!

Harga minyak melemah tipis pada Rabu pagi setelah data American Petroleum Institute (API) menunjukkan kenaikan persediaan min...

18 March 2026 08:44
OIL

Brent Terombang-ambing, Pasar Bingung Antara Sanksi dan Paso...

Harga minyak mengalami pergerakan yang tidak stabil pada hari Selasa (15/07), di tengah ketidakpastian pasar atas dampak kebi...

15 July 2025 21:42
BIAS23.com BIAS23.com NM23 Ai