• Thu, Jul 9, 2026|
  • JKT --:--
  • TKY --:--
  • HK --:--
  • NY --:--

Market & Economic Intelligence Platform Insight on Macro, Commodities, Equities & Policy

9 July 2026 21:23  |

Minyak Terkoreksi, Konflik AS-Iran Masih Bikin Pasar Khawatir

Harga minyak melemah pada perdagangan Kamis (9/7) setelah sempat menguat sebelumnya. Pasar mulai menimbang kembali eskalasi konflik antara Amerika Serikat dan Iran serta dampaknya terhadap upaya damai dan pembukaan penuh Selat Hormuz.

Harga minyak Brent turun 11 sen atau 0,1% ke level US$77,91 per barel pada pukul 13.22 GMT. Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate atau WTI melemah 38 sen atau 0,5% ke US$73,14 per barel.

Meski terkoreksi, tekanan di pasar energi belum sepenuhnya mereda. Brent dan WTI sebelumnya sempat menyentuh level tertinggi sejak 22 Juni pada perdagangan Rabu, setelah konflik di kawasan Teluk kembali meningkat.

Presiden The Fed New York John Williams mengatakan pasar memperkirakan harga minyak akan turun dalam enam hingga 12 bulan ke depan. Ia menilai ekspektasi tersebut masih masuk akal, meskipun risiko geopolitik jangka pendek tetap membayangi pergerakan harga.

Kedua acuan harga minyak sempat naik lebih dari US$1 dalam perdagangan setelah penutupan Rabu. Kenaikan itu terjadi setelah Amerika Serikat melancarkan serangan ke Iran, yang kemudian dibalas dengan serangan terhadap Kuwait dan Bahrain.

Analis Saxo Bank, Ole Hansen, menilai pasar minyak saat ini berada dalam kondisi sangat gugup. Menurutnya, setiap berita yang melemahkan prospek kesepakatan damai berpotensi menambah premi risiko pada harga minyak.

Ketegangan bertambah setelah pasukan Iran menargetkan infrastruktur militer AS di negara-negara Teluk pada Kamis. Serangan itu terjadi setelah AS menyerang wilayah pesisir selatan dan provinsi timur Iran, sehingga semakin menekan kesepakatan gencatan senjata yang baru berjalan sekitar tiga pekan.

Media pemerintah Iran juga melaporkan bahwa Teheran menembakkan 10 rudal balistik ke pangkalan militer Azraq di Yordania. Perkembangan ini membuat pasar semakin waspada terhadap potensi meluasnya konflik di Timur Tengah.

Di sisi lain, sejumlah penjamin risiko perang mulai menyarankan perusahaan pelayaran untuk menunda perjalanan melalui Selat Hormuz. Beberapa pihak juga sedang meninjau kembali syarat polis asuransi setelah serangan terhadap kapal kembali memunculkan ancaman perang terbuka.

Bagi market, koreksi harga minyak saat ini belum tentu menandakan tekanan sudah selesai. Selama konflik AS-Iran belum mereda dan jalur Selat Hormuz masih berisiko terganggu, harga minyak tetap berpotensi bergerak volatil dengan peluang lonjakan mendadak jika situasi kembali memburuk.(yds)

Sumber: Newsmaker.id

Related News

OIL

Harga Minyak Naik Dua Hari Beruntun, Ditopang Optimisme Daga...

Minyak naik untuk hari kedua di tengah optimisme atas perundingan perdagangan AS menjelang batas waktu minggu depan, dan kare...

25 July 2025 10:56
OIL

Minyak Melonjak, Serangan Rudal Iran ke Israel Uji Gencatan ...

Harga minyak menguat tajam pada Senin setelah Iran meluncurkan beberapa gelombang rudal ke arah Israel, meningkatkan kekhawat...

8 June 2026 07:33
OIL

API Laporkan Lonjakan Stok AS, Minyak Melunak!

Harga minyak melemah tipis pada Rabu pagi setelah data American Petroleum Institute (API) menunjukkan kenaikan persediaan min...

18 March 2026 08:44
OIL

Brent Terombang-ambing, Pasar Bingung Antara Sanksi dan Paso...

Harga minyak mengalami pergerakan yang tidak stabil pada hari Selasa (15/07), di tengah ketidakpastian pasar atas dampak kebi...

15 July 2025 21:42
BIAS23.com BIAS23.com NM23 Ai