Penjualan Rumah AS Turun Tak Terduga, Sinyal Ekonomi Melemah
Penjualan rumah lama di Amerika Serikat turun tak terduga pada Juni 2026. Data ini memberi sinyal bahwa pasar properti AS masih berada di bawah tekanan, terutama di tengah tingginya biaya pinjaman dan harga rumah yang tetap mahal.
Existing home sales turun 2,4% dibandingkan bulan sebelumnya menjadi 4,09 juta unit secara tahunan dan telah disesuaikan secara musiman. Angka ini berada di bawah ekspektasi pasar yang sebelumnya memperkirakan penjualan tetap stabil di 4,20 juta unit.
Penurunan terbesar terjadi di wilayah South, dengan penjualan turun 3,6% menjadi 1,89 juta unit. Di Midwest, penjualan melemah 3,0% menjadi 0,98 juta unit, sementara wilayah West turun 1,3% menjadi 0,74 juta unit.
Namun, wilayah Northeast masih mencatat kenaikan. Penjualan rumah di kawasan tersebut naik 2,1% menjadi 0,48 juta unit, sehingga sedikit menahan tekanan dari pelemahan di wilayah lainnya.
Dari sisi pasokan, inventaris rumah turun 0,6% menjadi 1,56 juta unit. Jumlah tersebut setara dengan 4,6 bulan pasokan, menunjukkan bahwa ketersediaan rumah masih belum terlalu longgar meski permintaan melemah.
Menariknya, harga rumah justru masih naik. Rata-rata harga penjualan rumah lama meningkat 1,8% dibandingkan tahun sebelumnya menjadi US$440.600, level tertinggi dalam lebih dari satu tahun.
Kondisi ini menunjukkan tekanan ganda di pasar properti AS. Di satu sisi, pembeli mulai menahan diri karena biaya kredit masih tinggi. Di sisi lain, harga rumah yang tetap mahal membuat daya beli semakin terbatas.
Bagi market, data ini bisa menjadi sinyal pelemahan ekonomi AS. Jika sektor properti terus melambat, ekspektasi terhadap sikap agresif The Fed dapat sedikit mereda. Namun, kenaikan harga rumah tetap menjadi catatan karena dapat menjaga tekanan inflasi di sektor perumahan.
Dampaknya, data ini cenderung kurang positif untuk dolar AS dalam jangka pendek. Untuk emas, pelemahan data properti bisa menjadi sentimen pendukung karena pasar dapat menilai ekonomi AS mulai kehilangan momentum.
Sumber:: Newsmaker.id