• Tue, Jun 23, 2026|
  • JKT --:--
  • TKY --:--
  • HK --:--
  • NY --:--

Market & Economic Intelligence Platform Insight on Macro, Commodities, Equities & Policy

23 June 2026 12:41  |

Harga Minyak Bertahan Lemah Setelah AS Beri Waiver Minyak Iran

Harga minyak dunia masih bergerak melemah pada perdagangan Selasa, setelah pasar melihat adanya kemajuan dalam pembicaraan damai untuk mengakhiri perang Iran. Brent crude diperdagangkan di bawah US$78 per barel, setelah pada Senin turun 3,3% atau menjadi penurunan terbesar dalam hampir sepekan. Sementara itu, West Texas Intermediate atau WTI bergerak di dekat US$74 per barel.

Tekanan terhadap harga minyak muncul setelah Amerika Serikat menerbitkan lisensi sementara selama 60 hari yang mengizinkan sebagian penjualan minyak dan produk petroleum Iran. Kebijakan ini menjadi sinyal bahwa pembicaraan antara Washington dan Tehran mulai menunjukkan hasil positif. Bagi Iran, izin tersebut menjadi napas ekonomi penting karena membuka peluang penjualan energi ke pasar internasional di tengah proses negosiasi.

Namun, pasar belum sepenuhnya yakin bahwa proses damai akan berjalan mulus. Pejabat Amerika Serikat dan Iran sama-sama menyebut adanya kemajuan dalam putaran pertama pembicaraan, tetapi masih ada perbedaan klaim di antara kedua pihak. Wakil Presiden AS JD Vance mengatakan Iran telah setuju mengizinkan inspektur nuklir masuk ke negaranya, tetapi klaim tersebut dibantah oleh Tehran. Kondisi ini menunjukkan bahwa jalan menuju kesepakatan final masih panjang dan penuh tarik-menarik.

Selain isu nuklir, pasar juga mencermati gencatan senjata di Lebanon antara Israel dan Hezbollah serta keamanan Selat Hormuz. Jalur ini sangat penting bagi pengiriman minyak dan gas dunia. Sebelumnya, hampir tertutupnya Selat Hormuz sempat mengganggu pasokan energi dan mengguncang pasar. Kini, tanda-tanda pemulihan mulai terlihat setelah Qatar membawa lebih banyak kapal tanker LNG kosong ke Teluk Persia melalui Hormuz. Beberapa kapal juga dilaporkan melintas tanpa menyembunyikan lokasi mereka, yang menandakan arus pelayaran mulai pulih secara bertahap.

Meski begitu, analis memperingatkan bahwa pasar bisa terlalu cepat memperhitungkan tambahan pasokan sebelum benar-benar terjadi. Rebecca Babin dari CIBC Private Wealth menilai harga minyak sering bergerak berlebihan, baik saat pasar memperkirakan kekurangan pasokan maupun saat memperkirakan surplus. Ke depan, arah harga minyak masih akan ditentukan oleh kelanjutan negosiasi AS-Iran, pembahasan program nuklir Iran, stabilitas Lebanon, serta pembukaan aman Selat Hormuz. Jika proses damai berlanjut, minyak berpotensi tetap tertekan. Namun, jika negosiasi kembali buntu, harga bisa kembali berbalik naik.(asd)*

Sumber: Newsmaker.id

Related News

OIL

Harga Minyak Naik Dua Hari Beruntun, Ditopang Optimisme Daga...

Minyak naik untuk hari kedua di tengah optimisme atas perundingan perdagangan AS menjelang batas waktu minggu depan, dan kare...

25 July 2025 10:56
OIL

Minyak Melonjak, Serangan Rudal Iran ke Israel Uji Gencatan ...

Harga minyak menguat tajam pada Senin setelah Iran meluncurkan beberapa gelombang rudal ke arah Israel, meningkatkan kekhawat...

8 June 2026 07:33
OIL

API Laporkan Lonjakan Stok AS, Minyak Melunak!

Harga minyak melemah tipis pada Rabu pagi setelah data American Petroleum Institute (API) menunjukkan kenaikan persediaan min...

18 March 2026 08:44
OIL

Brent Terombang-ambing, Pasar Bingung Antara Sanksi dan Paso...

Harga minyak mengalami pergerakan yang tidak stabil pada hari Selasa (15/07), di tengah ketidakpastian pasar atas dampak kebi...

15 July 2025 21:42
BIAS23.com BIAS23.com NM23 Ai