Reli Brent Oil Belum Aman, Potensi Turun Mulai Terlihat
Harga Brent di kisaran US$94,73 menempatkan pasar pada area yang mulai rawan koreksi jangka pendek. Setelah sempat melonjak lebih dari 5% pada awal pekan karena ketegangan baru antara AS dan Iran, Brent bergerak di area tinggi yang membuat pelaku pasar mulai menimbang apakah kenaikan ini masih punya tenaga, atau justru mulai membuka ruang pullback. Reuters melaporkan Brent sempat naik ke US$95,19 pada Senin, 20 April 2026, setelah sebelumnya anjlok lebih dari 9% pada Jumat saat pasar sempat optimistis terhadap peluang negosiasi dan pembukaan Selat Hormuz.
Yang membuat Brent berpotensi turun bukan karena risiko geopolitik sudah hilang, melainkan karena pasar sedang sangat sensitif terhadap perubahan headline. Reuters mencatat lonjakan terakhir dipicu oleh penyitaan kapal Iran oleh AS, ancaman balasan dari Teheran, dan penutupan ulang Selat Hormuz. Namun Reuters juga menekankan bahwa reaksi harga saat ini banyak digerakkan oleh perubahan pernyataan politik, bukan semata-mata perubahan mendasar yang stabil di lapangan. Dalam kondisi seperti ini, jika tidak ada eskalasi baru, pasar cenderung rawan aksi ambil untung setelah lonjakan tajam.
Di sisi lain, potensi koreksi juga muncul karena pasar pernah menunjukkan betapa cepatnya premi risiko bisa hilang. Pada 17 April 2026, Brent ditutup di US$90,38 setelah Iran sempat menyatakan Selat Hormuz dibuka untuk kapal komersial selama masa gencatan senjata, yang mendorong penurunan harian lebih dari 9%. Ini menunjukkan bahwa ketika pasar menangkap sinyal de-eskalasi atau peluang pembicaraan baru, Brent bisa turun sangat cepat meskipun gangguan fisik belum sepenuhnya pulih.
Kesimpulannya, di area 94,73, Brent memang masih ditopang premi risiko, tetapi juga sudah mulai menghadapi ancaman koreksi. Selama Selat Hormuz tetap terganggu dan konflik belum mereda, downside kemungkinan terbatas. Namun bila tidak muncul headline eskalasi baru, atau pasar kembali menangkap peluang negosiasi, Brent punya ruang untuk turun dari area tinggi saat ini. Ini adalah inferensi yang didukung oleh volatilitas ekstrem Brent dalam beberapa hari terakhir dan cepatnya harga berbalik arah mengikuti perubahan sentimen geopolitik.
Penyebab :
Brent baru saja melonjak tajam, sehingga pasar mulai rawan aksi ambil untung.
Pergerakan harga saat ini sangat dipengaruhi headline geopolitik yang berubah cepat.
Sebelumnya Brent terbukti bisa jatuh cepat saat muncul sinyal pembukaan Hormuz dan peluang negosiasi.
Area harga sekarang sudah dekat zona tinggi setelah rebound besar dari penurunan Jumat lalu. Ini merupakan inferensi dari level harga Reuters dan pembalikan tajam antar-sesi.
Hal yang Perlu Diperhatikan :
Apakah ada eskalasi baru di Hormuz atau justru sinyal pembicaraan lanjutan.
Apakah Brent mampu bertahan di area US$95 atau kembali kehilangan momentum. Ini merupakan inferensi dari level perdagangan Reuters pagi ini.
Arus kapal dan kondisi fisik distribusi minyak di Selat Hormuz.
Potensi profit taking setelah lonjakan harga yang sangat cepat dalam beberapa sesi terakhir. Ini merupakan inferensi pasar yang didukung oleh volatilitas Brent dari Jumat ke Senin.(Zaf)
Sumber: Newsmaker.id