Minyak Turun, Pasar Menakar Peluang Negosiasi Akhiri Perang Iran
Harga minyak melemah pada perdagangan awal Jumat (17/04), seiring meningkatnya optimisme konflik Timur Tengah yang berpotensi mereda setelah gencatan senjata 10 hari antara Lebanon dan Israel mulai berlaku. Hal ini juga didorong dari sinyal pertemuan antara AS-Iran untuk pembicaraan pada akhir pekan.
Diketahuiu, Brent turun 61 sen atau sebesar 0,61% ke US$98,78 per barel pada 07.07 GMT, sementara WTI melemah 89 sen atau 0,94% ke US$93,80 per barel. Pelemahan ini memangkas sebagian kenaikan pada sesi sebelumnya.
Sentimen membaik setelah Presiden AS Donald Trump menyatakan Washington dan Teheran “mungkin” bertemu untuk pembicaraan, dan menilai peluang kesepakatan “sangat dekat”. Trump juga mengatakan Iran menawarkan komitmen untuk tidak memiliki senjata nuklir selama lebih dari 20 tahun.
Pasar tetap sensitif karena perang Iran telah menutup Selat Hormuz selama tujuh pekan, menghambat sekitar seperlima pasokan minyak dunia. Menurut estimasi analis ING, penutupan tersebut telah mengganggu aliran sekitar 13 juta barel per hari.
Meski harga sempat mencatat lonjakan besar pada Maret dan baru belakangan kembali turun di bawah US$100 per barel, minyak masih bertahan di kisaran US$90 sepanjang pekan ini. Di sisi diplomasi, sumber Iran menyebut negosiator AS dan Iran kini menurunkan target dari kesepakatan damai komprehensif menjadi memorandum sementara guna mencegah konflik kembali meletus. (asd)
Sumber: Newsmaker.id