• Thu, Apr 16, 2026|
  • JKT --:--
  • TKY --:--
  • HK --:--
  • NY --:--

Market & Economic Intelligence Platform Insight on Macro, Commodities, Equities & Policy

16 April 2026 20:14  |

Minyak Naik Tipis, Harapan Perpanjangan Gencatan Bentur Blokade Hormuz

Harga minyak menguat tipis ketika pelaku pasar menimbang sinyal bahwa AS dan Iran bisa memperpanjang gencatan senjata untuk memberi waktu tambahan menuju kesepakatan damai, meski blokade ganda di Selat Hormuz masih menahan aliran minyak. Brent diperdagangkan di atas $96 per barel setelah nyaris tidak berubah pada Rabu, sementara WTI berada di dekat $92.

Menurut sumber yang mengetahui pembahasan, Washington dan Teheran mempertimbangkan perpanjangan gencatan senjata selama dua minggu. Optimisme ini membantu meredakan sebagian premi risiko, namun pasar tetap sensitif karena pemulihan arus pengapalan belum terlihat dan jalur menuju kesepakatan permanen masih belum jelas.

Di Selat Hormuz—penghubung Teluk Persia ke pasar global—pergerakan masih hampir lumpuh ketika konflik mendekati minggu ketujuh. AS membangun blokade untuk memutus lalu lintas Iran, sementara Teheran tetap menutup jalur bagi sebagian besar pengiriman lainnya. Komandan Markas Besar Militer Gabungan Iran memperingatkan tidak akan mengizinkan ekspor atau impor di Teluk Persia, Laut Oman, atau Laut Merah bila blokade AS berlanjut lama, sementara Menhan AS Pete Hegseth menegaskan militer AS siap melanjutkan pertempuran kapan pun Presiden Donald Trump memerintahkan.

Guncangan pasokan yang dipicu konflik menambah tekanan inflasi sekaligus mengganggu prospek pertumbuhan, dan para pejabat keuangan yang berkumpul di Washington disebut tidak nyaman dengan minimnya kejelasan arah berikutnya. Meski kontrak minyak masih sekitar sepertiga lebih tinggi dibanding sebelum perang, harga berada jauh di bawah puncak pada pekan-pekan awal konflik; sebagian indikator pasar fisik, termasuk Dated Brent, juga dinilai belum sepenuhnya mencerminkan besarnya krisis. Sejumlah pelaku pasar menilai pasar fisik masih menuntut harga lebih tinggi, dengan klaim kehilangan pasokan lebih dari 10 juta barel per hari menjadi inti kekhawatiran.

Dampak paling besar terasa di Asia-Pasifik mengingat ketergantungan pada Teluk Persia, dengan beberapa negara memperkuat langkah darurat untuk mengamankan pasokan. Di sisi lain, risiko juga bertambah dari faktor non-geopolitik, termasuk kebakaran besar di kilang Geelong di Australia yang diperkirakan mengurangi produksi bahan bakar, menambah lapisan ketidakpastian pada keseimbangan pasokan kawasan.(gn)

Sumber: Newsmaker.id

Related News

OIL

Harga Minyak Naik Dua Hari Beruntun, Ditopang Optimisme Daga...

Minyak naik untuk hari kedua di tengah optimisme atas perundingan perdagangan AS menjelang batas waktu minggu depan, dan kare...

25 July 2025 10:56
OIL

API Laporkan Lonjakan Stok AS, Minyak Melunak!

Harga minyak melemah tipis pada Rabu pagi setelah data American Petroleum Institute (API) menunjukkan kenaikan persediaan min...

18 March 2026 08:44
OIL

Brent Terombang-ambing, Pasar Bingung Antara Sanksi dan Paso...

Harga minyak mengalami pergerakan yang tidak stabil pada hari Selasa (15/07), di tengah ketidakpastian pasar atas dampak kebi...

15 July 2025 21:42
OIL

Brent Turun Tipis, Risiko Hormuz Mengintai

Harga minyak terkoreksi tipis dalam perdagangan Asia yang sepi, saat pelaku pasar menunggu hasil pembicaraan AS–Iran di Jen...

17 February 2026 12:45
BIAS23.com BIAS23.com NM23 Ai