• Thu, Apr 2, 2026|
  • JKT --:--
  • TKY --:--
  • HK --:--
  • NY --:--

Market & Economic Intelligence Platform Insight on Macro, Commodities, Equities & Policy

1 April 2026 21:45  |

Minyak Turun Jelang Pidato Trump Terkait Perang Iran

Harga minyak turun dalam sesi volatil, dengan para pedagang fokus pada apakah Presiden AS Donald Trump akan segera mengumumkan berakhirnya perang dengan Iran.

Minyak Brent sempat turun di bawah $100 per barel, bahkan sempat merosot lebih dari 5%, sebelum sebagian besar kerugian tersebut pulih dan diperdagangkan di sekitar $103. Trump melalui unggahan di Truth Social menjelaskan bahwa Tehran telah meminta gencatan senjata dan bahwa AS akan mempertimbangkan hal tersebut jika Selat Hormuz dibuka kembali. Sebelumnya, Trump mengatakan AS mungkin akan menarik diri dari Iran dalam dua hingga tiga minggu dan menambahkan bahwa kesepakatan dengan Tehran bisa tercapai, meski tidak menjadi prasyarat untuk mengakhiri konflik.

Harga minyak saat ini masih sekitar 40% lebih tinggi dibandingkan sebelum Maret, karena perang terus mengganggu aliran minyak melalui Hormuz, yang mengalirkan sekitar seperlima dari pasokan minyak dunia. Badan Energi Internasional (IEA) telah menyebutkan ini sebagai gangguan pasokan terbesar yang pernah terjadi. Lonjakan volatilitas pasar telah menyebabkan perdagangan intraday semakin bergejolak, dengan banyak pedagang yang terpaksa mengurangi ukuran posisi mereka.

Namun, jika AS mundur, masih belum jelas kapan aliran kapal melalui Selat Hormuz akan kembali normal, dan Trump telah berulang kali menyatakan bahwa sekutu AS harus membantu mengamankan selat tersebut. Meskipun ada tanda-tanda meredanya ketegangan, serangan terhadap kapal tanker masih terjadi. Sebuah tanker minyak dilaporkan diserang dekat Qatar pada Rabu, dengan kelompok angkatan laut Inggris melaporkan kebakaran yang berhasil dipadamkan, namun tidak ada kerusakan lingkungan yang dilaporkan.

Penyebab:

Ketegangan yang terjadi di Selat Hormuz akibat perang antara AS, Israel, dan Iran menyebabkan gangguan signifikan terhadap aliran minyak global. Penutupan selat ini telah memicu lonjakan harga energi dan kekhawatiran inflasi di seluruh dunia. Trump memberikan sinyal bahwa ketegangan bisa mereda jika Iran setuju dengan syarat-syarat yang ditawarkan AS.

Akibat:

Jika perang ini berlanjut atau memperburuk ketegangan, harga minyak bisa terus meningkat, dengan dampak besar pada inflasi global. Harga bahan bakar di AS telah melonjak, yang semakin memberikan tekanan pada ekonomi domestik. Ketegangan ini juga memperburuk ketidakpastian di pasar energi dan keuangan.(yds)

Sumber: Newsmaker.id

Related News

OIL

Harga Minyak Naik Dua Hari Beruntun, Ditopang Optimisme Daga...

Minyak naik untuk hari kedua di tengah optimisme atas perundingan perdagangan AS menjelang batas waktu minggu depan, dan kare...

25 July 2025 10:56
OIL

API Laporkan Lonjakan Stok AS, Minyak Melunak!

Harga minyak melemah tipis pada Rabu pagi setelah data American Petroleum Institute (API) menunjukkan kenaikan persediaan min...

18 March 2026 08:44
OIL

Brent Terombang-ambing, Pasar Bingung Antara Sanksi dan Paso...

Harga minyak mengalami pergerakan yang tidak stabil pada hari Selasa (15/07), di tengah ketidakpastian pasar atas dampak kebi...

15 July 2025 21:42
OIL

Brent Turun Tipis, Risiko Hormuz Mengintai

Harga minyak terkoreksi tipis dalam perdagangan Asia yang sepi, saat pelaku pasar menunggu hasil pembicaraan AS–Iran di Jen...

17 February 2026 12:45
BIAS23.com BIAS23.com NM23 Ai