Barr: Ketegangan Timur Tengah Bisa Seret Ekonomi AS dan Perburuk Inflasi
Gubernur Federal Reserve, Michael Barr, memberikan peringatan bahwa dampak dari konflik Iran terhadap pertumbuhan ekonomi dan inflasi di AS bisa semakin besar jika pertempuran berlangsung lama. Dalam pidatonya pada acara yang diselenggarakan oleh National Fair Housing Alliance pada Rabu (1/4), Barr menyatakan bahwa ketegangan di Timur Tengah tidak hanya bisa memperburuk inflasi, tetapi juga bisa menghambat pertumbuhan ekonomi AS jika konflik ini berlarut-larut.
Barr menambahkan bahwa jika konflik ini cepat selesai dan resolusi tercapai dalam waktu singkat, maka dampaknya terhadap ekonomi juga akan cepat mereda. Namun, jika perang ini berlangsung lebih lama, maka dapat menimbulkan dampak jangka panjang pada pertumbuhan ekonomi AS.
Penyebab dan Akibat:
Penyebab: Ketegangan yang berkepanjangan di Timur Tengah, terutama antara AS, Israel, dan Iran, menyebabkan gangguan signifikan pada pasokan energi, yang bisa memperburuk inflasi dan membebani ekonomi global.
Akibat: Jika konflik ini berlarut-larut, inflasi di AS bisa semakin tinggi, memaksa Federal Reserve untuk mempertahankan kebijakan moneter ketat yang berisiko menghambat pertumbuhan ekonomi. Dampak ini akan lebih terasa di sektor-sektor yang sangat bergantung pada pasokan energi dan harga barang-barang impor. (Arl)
Sumber: Newsmaker.id