• Fri, Apr 3, 2026|
  • JKT --:--
  • TKY --:--
  • HK --:--
  • NY --:--

Market & Economic Intelligence Platform Insight on Macro, Commodities, Equities & Policy

1 April 2026 20:15  |

Minyak Turun di Tengah Ketegangan Geopolitik dan Harapan Damai

Harga minyak mengalami penurunan tajam dalam sesi yang penuh gejolak, dengan para pedagang menantikan apakah Presiden AS, Donald Trump, akan segera mengumumkan berakhirnya perang di Iran. Minyak mentah Brent sempat turun di bawah $100 per barel, bahkan sempat anjlok lebih dari 5%, sebelum sebagian besar kerugian pulih, dan akhirnya diperdagangkan di kisaran $103.

Trump, melalui Truth Social, mengungkapkan bahwa Teheran telah meminta gencatan senjata, yang akan dipertimbangkan oleh AS setelah Selat Hormuz dibuka kembali. Sebelumnya, Trump juga menyatakan bahwa AS mungkin akan menarik diri dari Iran dalam waktu dua hingga tiga minggu, dan meskipun kesepakatan dengan Teheran bisa terjadi, hal itu tidak diperlukan untuk mengakhiri konflik.

Saat ini, harga minyak masih sekitar 40% lebih tinggi dari level sebelum perang dimulai, karena ketegangan yang terus menekan aliran minyak di Selat Hormuz, yang menyuplai sekitar seperlima pasokan minyak dunia. Menurut Badan Energi Internasional (IEA), gangguan pasokan ini merupakan yang terbesar dalam sejarah, dengan harga beberapa bahan bakar sempat melonjak hingga lebih dari $200 per barel.

Di tengah volatilitas pasar yang meningkat, perdagangan intraday menjadi sangat bergejolak, dengan banyak pedagang yang mengurangi posisi mereka. Meskipun Trump menyatakan kemungkinan AS menarik diri, masih belum jelas seberapa cepat lalu lintas Hormuz dapat pulih dan apakah memang memungkinkan untuk kembali beroperasi normal. Trump juga mengindikasikan bahwa sekutu AS harus berperan dalam mengamankan selat tersebut, sementara peningkatan produksi energi di kawasan itu diperkirakan akan memakan waktu meskipun gencatan senjata dapat mengurangi risiko kerusakan infrastruktur lebih lanjut. Trump dijadwalkan memberikan pidato pada Rabu malam, dengan fokus pada perkembangan terakhir mengenai Iran dan kemungkinan eskalasi lebih lanjut, yang juga terlihat dari keberangkatan kelompok serang kapal induk AS ketiga menuju Timur Tengah.

Sementara itu, lonjakan harga energi telah meningkatkan kekhawatiran mengenai krisis inflasi, dengan harga bensin eceran di AS yang menembus lebih dari $4 per galon untuk pertama kalinya sejak Agustus 2022, yang diperkirakan akan memberi tekanan lebih pada Trump. Tuntutan dari Iran untuk mempertahankan kedaulatan atas Selat Hormuz juga semakin mempersulit penyelesaian konflik, meskipun Uni Emirat Arab mendesak pembentukan koalisi internasional untuk membuka jalur air tersebut. Di sisi lain, serangan-serangan masih berlangsung, dengan sebuah kapal tanker minyak yang dihantam dekat Qatar, namun tidak ada kerusakan lingkungan yang dilaporkan.(gn)

Sumber: Newsmaker.id

Related News

OIL

Harga Minyak Naik Dua Hari Beruntun, Ditopang Optimisme Daga...

Minyak naik untuk hari kedua di tengah optimisme atas perundingan perdagangan AS menjelang batas waktu minggu depan, dan kare...

25 July 2025 10:56
OIL

API Laporkan Lonjakan Stok AS, Minyak Melunak!

Harga minyak melemah tipis pada Rabu pagi setelah data American Petroleum Institute (API) menunjukkan kenaikan persediaan min...

18 March 2026 08:44
OIL

Brent Terombang-ambing, Pasar Bingung Antara Sanksi dan Paso...

Harga minyak mengalami pergerakan yang tidak stabil pada hari Selasa (15/07), di tengah ketidakpastian pasar atas dampak kebi...

15 July 2025 21:42
OIL

Brent Turun Tipis, Risiko Hormuz Mengintai

Harga minyak terkoreksi tipis dalam perdagangan Asia yang sepi, saat pelaku pasar menunggu hasil pembicaraan AS–Iran di Jen...

17 February 2026 12:45
BIAS23.com BIAS23.com NM23 Ai