• Thu, Mar 26, 2026|
  • JKT --:--
  • TKY --:--
  • HK --:--
  • NY --:--

Market & Economic Intelligence Platform Insight on Macro, Commodities, Equities & Policy

26 March 2026 17:01  |

Minyak Naik saat Iran Tinjau Proposal AS untuk Akhiri Perang

Harga minyak melonjak pada Kamis (26/3) di tengah sinyal yang masih saling bertolak belakang terkait potensi de-eskalasi konflik di Timur Tengah, sementara Iran dilaporkan sedang meninjau proposal dari Amerika Serikat untuk mengakhiri perang.

Pada perdagangan pagi, kontrak Brent untuk pengiriman Mei yang menjadi acuan global naik 4,0% ke level US$106,34 per barel. Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) asal AS juga menguat 3,7% ke US$93,66 per barel.

Pasar saat ini mencermati sinyal diplomatik yang masih belum pasti dari Teheran. Sejumlah pejabat disebut tengah mengevaluasi proposal yang didukung AS guna menghentikan permusuhan. Namun, Iran secara terbuka membantah adanya negosiasi langsung dengan Washington dan menegaskan masih ada perbedaan besar yang belum terselesaikan. Ketidakjelasan ini membuat pelaku pasar tetap waspada.

Harga minyak sendiri bergerak sangat volatil dalam beberapa pekan terakhir karena konflik telah mengganggu arus energi dari kawasan Teluk Persia, wilayah yang sangat penting bagi pasokan minyak global. Brent bahkan sempat melonjak mendekati US$120 per barel pada awal bulan ini akibat kekhawatiran terhadap potensi gangguan pasokan.

Selat Hormuz, jalur transit vital bagi sekitar seperlima pengiriman minyak dunia, juga disebut secara efektif tertutup bagi lalu lintas kapal tanker karena ancaman serangan Iran terhadap kapal-kapal yang melintas. Kondisi ini menjadi salah satu faktor utama yang terus menopang harga minyak di level tinggi.

Pada Rabu sebelumnya, harga minyak sempat turun setelah muncul laporan mengenai peluang negosiasi antara AS dan Iran untuk mengakhiri konflik yang kini telah berlangsung hampir satu bulan. Namun, pasar kembali goyah setelah muncul sinyal campuran dari Washington. Sejumlah pejabat AS memperingatkan akan mengambil langkah lebih keras jika Iran tidak menunjukkan sikap konstruktif, sementara Presiden Donald Trump dikabarkan ingin melihat perang ini segera berakhir.

Yang menjadi perhatian besar saat ini, harga minyak masih bertahan jauh di atas level sebelum konflik pecah pada akhir Februari. Situasi tersebut memicu kekhawatiran akan lonjakan tekanan inflasi global, yang berpotensi mendorong bank-bank sentral kembali mempertimbangkan kenaikan suku bunga.

Analis menilai, jika gangguan pasokan energi berlangsung lebih lama, dampaknya terhadap aktivitas ekonomi global bisa jauh lebih besar, mirip dengan tekanan yang terjadi setelah invasi Rusia ke Ukraina pada 2022. Kondisi itu juga berisiko memicu siklus pengetatan moneter yang lebih luas di berbagai negara.(yds)

Sumber: Newsmaker.id

Related News

OIL

Harga Minyak Naik Dua Hari Beruntun, Ditopang Optimisme Daga...

Minyak naik untuk hari kedua di tengah optimisme atas perundingan perdagangan AS menjelang batas waktu minggu depan, dan kare...

25 July 2025 10:56
OIL

API Laporkan Lonjakan Stok AS, Minyak Melunak!

Harga minyak melemah tipis pada Rabu pagi setelah data American Petroleum Institute (API) menunjukkan kenaikan persediaan min...

18 March 2026 08:44
OIL

Brent Terombang-ambing, Pasar Bingung Antara Sanksi dan Paso...

Harga minyak mengalami pergerakan yang tidak stabil pada hari Selasa (15/07), di tengah ketidakpastian pasar atas dampak kebi...

15 July 2025 21:42
OIL

Brent Turun Tipis, Risiko Hormuz Mengintai

Harga minyak terkoreksi tipis dalam perdagangan Asia yang sepi, saat pelaku pasar menunggu hasil pembicaraan AS–Iran di Jen...

17 February 2026 12:45
BIAS23.com NM23 Ai