• Thu, Mar 19, 2026|
  • JKT --:--
  • TKY --:--
  • HK --:--
  • NY --:--

Market & Economic Intelligence Platform Insight on Macro, Commodities, Equities & Policy

19 March 2026 16:33  |

Minyak Melonjak, Serangan Energi Meluas dan Risiko Pasokan Membesar

Harga minyak melonjak setelah serangan menyasar sejumlah fasilitas energi paling penting di Timur Tengah, memperbesar kekhawatiran bahwa konflik yang hampir memasuki pekan ketiga bergerak ke fase yang lebih merusak pasokan. Brent naik hingga 9% ke sekitar US$117 per barel, sementara patokan diesel di kawasan diperdagangkan di atas US$180 per barel—level tertinggi hampir empat tahun. Gas alam Eropa ikut melesat hingga 35%, menegaskan guncangan menyebar lintas komoditas energi.

Eskalasi dipicu serangan Iran ke lokasi LNG utama Qatar di Ras Laffan, setelah sebelumnya aset terkait ladang gas raksasa South Pars menjadi sasaran. Arab Saudi menilai kerusakan di kilang Samref dan melaporkan pencegatan rudal balistik menuju Yanbu, rute alternatif ekspor utama kerajaan saat Selat Hormuz nyaris tertutup. Di sisi lain, Abu Dhabi menghentikan operasi fasilitas gas Habshan setelah pencegatan rudal menyebabkan puing jatuh, sementara Bahrain membantah laporan bahwa fasilitas LNG terkena serangan.

Pasar minyak fisik bereaksi cepat: harga minyak fisik melonjak karena kilang-kilang Asia berebut kargo pengganti, sementara diskon WTI terhadap Brent melebar hingga sekitar US$17 per barel—terbesar dalam lebih dari satu dekade—di tengah pasokan AS yang tertinggal dari patokan global dan aktivitas lindung nilai. Lonjakan harga solar memperkuat sinyal bahwa risiko inflasi dari perang meningkat, berpotensi mempersulit jalur kebijakan bank sentral ketika biaya energi kembali menekan harga konsumen dan sektor transportasi.

Sejumlah analis menilai perang kini memasuki fase baru karena infrastruktur energi menjadi target langsung, membuka ruang tekanan kenaikan lanjutan dalam beberapa hari ke depan. Fokus pasar tetap pada dampak berantai penutupan efektif Hormuz, potensi gangguan lebih luas pada fasilitas produksi dan ekspor, serta respons kebijakan yang mungkin ditempuh untuk menahan harga—termasuk wacana langkah AS seperti pembatasan ekspor minyak mentah untuk meredam lonjakan energi.(alg)

Sumber: Newsmaker.id

Related News

OIL

Harga Minyak Naik Dua Hari Beruntun, Ditopang Optimisme Daga...

Minyak naik untuk hari kedua di tengah optimisme atas perundingan perdagangan AS menjelang batas waktu minggu depan, dan kare...

25 July 2025 10:56
OIL

API Laporkan Lonjakan Stok AS, Minyak Melunak!

Harga minyak melemah tipis pada Rabu pagi setelah data American Petroleum Institute (API) menunjukkan kenaikan persediaan min...

18 March 2026 08:44
OIL

Brent Terombang-ambing, Pasar Bingung Antara Sanksi dan Paso...

Harga minyak mengalami pergerakan yang tidak stabil pada hari Selasa (15/07), di tengah ketidakpastian pasar atas dampak kebi...

15 July 2025 21:42
OIL

Brent Turun Tipis, Risiko Hormuz Mengintai

Harga minyak terkoreksi tipis dalam perdagangan Asia yang sepi, saat pelaku pasar menunggu hasil pembicaraan AS–Iran di Jen...

17 February 2026 12:45
BIAS23.com NM23 Ai