Warsh Hadapi Uji Senat, Garis Independensi The Fed Jadi Pertaruhan
Kevin Warsh, mantan gubernur Federal Reserve berusia 56 tahun, dijadwalkan menjalani sidang konfirmasi Komite Perbankan Senat pada pukul 10 pagi, menempatkannya di bawah sorotan intens saat Washington menilai calon pengganti Jerome Powell sebagai ketua The Fed berikutnya.
Dalam sidang itu, Warsh akan menghadapi pertanyaan yang luas, mulai dari pandangannya soal kebijakan moneter hingga struktur keuangan pribadinya yang disebut kompleks. Jika dikonfirmasi, ia akan menjadi ketua Fed terkaya, sebuah detail yang berpotensi memperlebar ruang tanya terkait transparansi dan batas potensi konflik kepentingan.
Namun inti uji politiknya diperkirakan berada pada satu tema: bagaimana Warsh menarik batas antara pengambilan keputusan bank sentral dan tekanan politik. Isu independensi The Fed yang selama ini menjadi pilar kredibilitas kebijakan moneter kembali mengemuka sepanjang masa jabatan kedua Presiden Donald Trump.
Trump—yang pada 2017 pernah menominasikan Powell—disebut menjalankan kampanye panjang untuk menekan pemangkasan suku bunga. Powell belakangan terseret penyelidikan kriminal Departemen Kehakiman setelah menolak memenuhi tuntutan tersebut, mempertebal persepsi bahwa relasi Gedung Putih dan bank sentral sedang diuji.
Dalam pernyataan tertulisnya kepada Komite Perbankan, Warsh menyampaikan dukungan yang “bersyarat” terhadap independensi The Fed, namun menekankan bahwa ia tidak melihat independensi terancam hanya karena tindakan bank sentral dipertanyakan oleh pemimpin terpilih. Formulasi ini membuka ruang interpretasi: apakah ia sedang menegaskan akuntabilitas publik, atau memberi toleransi lebih besar pada tekanan politik—dan itulah titik yang kemungkinan akan diuji dalam sesi tanya jawab.(gn)
Sumber: Newsmaker.id