Trump Janjikan Pengawalan Tanker, Minyak Pangkas Kenaikan
Presiden AS Donald Trump mengatakan Amerika Serikat akan memastikan transit minyak yang aman dari Timur Tengah untuk mencegah potensi krisis energi akibat perang dengan Iran. Pernyataan itu sempat menenangkan pasar, sebelum laporan The New York Times tentang pendekatan tidak langsung pejabat intelijen Iran ke AS memicu spekulasi “jalan keluar” konflik dan mendorong pemulihan aset berisiko.
Di pasar energi, minyak memangkas kenaikan sebelumnya setelah reli tajam dua hari terakhir. Brent terakhir naik sekitar 1,4% ke US$82,52/barel, sementara WTI naik sekitar 0,5% ke US$74,96/barel pada Rabu.
Optimisme di aset risiko terlihat pada kontrak berjangka S&P 500 yang berbalik menguat sekitar 0,3%, setelah sesi sebelumnya melemah hampir 1% menurut materi. Di saat bersamaan, tekanan jual di obligasi global mereda, sejalan dengan turunnya permintaan dolar sebagai lindung nilai jangka pendek.
Sementara itu, emas melanjutkan penguatan sebagai aset lindung nilai, dengan spot gold naik sekitar 2,2% ke US$5.198,58/ons pada Rabu, didukung permintaan safe haven di tengah eskalasi dan pelemahan dolar.
Meski pernyataan Trump mengurangi sebagian premi risiko, pasar tetap menilai pemulihan arus minyak tidak akan cepat, mengingat gangguan pengapalan di kawasan dan risiko keamanan jalur logistik utama. Dalam konteks ini, “jaminan” asuransi dan pengawalan akan dipantau efektivitasnya terhadap keputusan operator kapal, biaya asuransi, serta normalisasi traffic di jalur strategis.
Fokus berikutnya: perkembangan kanal komunikasi Iran-AS, status keamanan dan arus tanker di Selat Hormuz, serta respons harga minyak terhadap perubahan premi risiko geopolitik.(alg)
Sumber: Newsmaker.id