Risiko Geopolitik Topang Minyak, Kenaikan Stok AS Jadi Rem
Harga minyak bergerak cenderung stabil pada Rabu (25/2), dengan pasar menimbang dua kekuatan yang saling tarik-menarik: lonjakan stok minyak mentah AS yang bearish, versus premi risiko geopolitik menjelang pembicaraan nuklir AS–Iran. Pada kuotasi terbaru, Brent berada di $70,77 (-0,22,%), sementara WTI di $65,56 (-0,11%).
Dari sisi fundamental AS, laporan EIA menunjukkan persediaan minyak mentah naik sekitar 16 juta barel pekan lalu—jauh di atas ekspektasi pasar—dipicu turunnya utilisasi kilang dan naiknya impor. Secara normal, angka ini akan menekan harga lebih dalam, namun dampaknya tertahan karena pasar saat ini lebih sensitif pada risiko pasokan dari Timur Tengah.
Fokus utama tetap ke pembicaraan AS–Iran di Jenewa, dengan pasar menilai apakah diplomasi menghasilkan de-eskalasi atau justru meningkatkan peluang gangguan pasokan. Risiko yang paling ditakuti adalah eskalasi yang mengganggu arus minyak Iran dan wilayah sekitar, termasuk jalur strategis Selat Hormuz.
Di sisi suplai global, pasar juga memantau sinyal OPEC+ yang disebut akan mempertimbangkan kenaikan produksi 137.000 bph untuk April, serta kesiapan Arab Saudi menaikkan output bila terjadi gangguan pasokan. Kombinasi “stok AS tinggi” vs “risiko geopolitik + kebijakan OPEC+” ini membuat harga cenderung konsolidasi di level tinggi sampai ada kejelasan dari Jenewa dan arah kebijakan produksi berikutnya. (Arl)
Sumber : Newsmaker.id