Minyak Bertahan Dekat Tertinggi 7 Bulan Jelang Dialog AS–Iran
Harga minyak bertahan di dekat level tertinggi tujuh bulan pada Rabu (25/2), seiring pasar memasang premi risiko menjelang pembicaraan AS–Iran pada Kamis.
Pada pukul 07.30 GMT, Brent naik 0,6% ke $71,19/barel dan WTI menguat 0,6% ke $66,04/barel, didorong kekhawatiran bahwa eskalasi konflik dapat mengganggu pasokan.
Sentimen didominasi isu geopolitik, setelah AS meningkatkan pengerahan kekuatan militernya di Timur Tengah untuk menekan Iran menghentikan program nuklir dan rudal balistik. Presiden Donald Trump juga menegaskan dalam pidatonya bahwa AS tidak akan membiarkan Iran memiliki senjata nuklir, sehingga pasar menilai risiko konflik masih terbuka dan headline terkait Iran akan tetap menggerakkan harga.
Perundingan putaran ketiga dijadwalkan berlangsung di Jenewa pada Kamis, melibatkan utusan AS Steve Witkoff dan Jared Kushner dengan delegasi Iran. Iran menyatakan kesepakatan “dalam jangkauan” bila diplomasi diprioritaskan, namun pasar menunggu apakah konsesi Iran mampu memenuhi “garis merah” AS, termasuk isu pengayaan (enrichment).
Di luar geopolitik, pasar juga menghadapi kekhawatiran fundamental soal pasokan yang berlimpah, terutama setelah data API menunjukkan lonjakan besar persediaan minyak mentah AS sekitar 11,43 juta barel pada pekan yang berakhir 20 Februari, meski stok bensin dan distilat dilaporkan turun. Investor kini menunggu data resmi EIA untuk mengonfirmasi arah persediaan dan dampaknya ke tren harga jangka pendek.
Sumber: Newsmaker.id