Harga Minyak Turun, Pasar Resah Isu Trump & Kekhawatiran Pasokan
Harga minyak mentah dunia turun setelah kekhawatiran pasar terhadap upaya Presiden AS Donald Trump mencaplok Greenland dan ketidakseimbangan pasokan global makin kuat. Sentimen ini membuat investor kurang berminat pada aset-aset berisiko, termasuk komoditas energi seperti minyak mentah.
Minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) sempat turun di bawah $60 per barel, sementara Brent menutup perdagangan dekat $65 per barel, mencerminkan penurunan setelah kenaikan pada awal pekan. Kondisi ini menandakan pasar sedang berhati-hati menghadapi prospek geopolitik yang berkembang.
Selain faktor politik, kekhawatiran bahwa pasokan minyak akan melebihi permintaan tahun ini juga menekan harga. Data dari berbagai sumber pasar bahkan menunjukkan kemungkinan surplus besar di pasokan global, yang menambah tekanan turun pada harga minyak.
Isu ekspor minyak Venezuela juga ikut menjadi sorotan investor. Pedagang kini memperhatikan ke mana aliran minyak akan diarahkan setelah sebelumnya volume besar dikirim ke China, terutama setelah adanya intervensi dari pihak AS terhadap ekspor negara tersebut.
Kombinasi dari ketidakpastian geopolitik dan kekhawatiran pasokan berlebih membuat harga minyak berada di bawah tekanan. Pasar tampak enggan mendorong harga lebih tinggi tanpa kejelasan apakah permintaan global akan kuat cukup untuk menyerap kelebihan pasokan yang diperkirakan terjadi. (az)
Sumber: Newsmaker.id