• Fri, Mar 6, 2026|
  • JKT --:--
  • TKY --:--
  • HK --:--
  • NY --:--

Market & Economic Intelligence Platform Insight on Macro, Commodities, Equities & Policy

2 December 2025 03:36  |

Minyak Naik $1 Lebih Dipicu Aksi OPEC dan Serangan Ukraina

Harga minyak naik lebih dari 1% pada hari Senin (1/12) pasca serangan drone oleh Ukraina, penutupan wilayah udara Venezuela oleh Amerika Serikat, serta keputusan OPEC untuk mempertahankan level produksi pada kuartal pertama 2026.

Kontrak berjangka Brent ditutup di $63,17 per barel, naik 79 sen atau 1,27%. Sementara itu, minyak mentah AS West Texas Intermediate (WTI) berakhir di $59,32 per barel, naik 77 sen atau 1,32%.

“Pasar saat ini sangat gugup karena potensi hilangnya pasokan minyak mentah Rusia,” kata John Kilduff, partner di Again Capital LLC. “Mereka mengamati dengan sangat dekat apakah kesepakatan Rusia–Ukraina ini akan keluar jalur.”

Kekhawatiran tentang potensi konflik antara Amerika Serikat dan Venezuela masih jauh di belakang fokus utama pasar pada perang di Ukraina.

“Saya rasa belum banyak yang benar-benar khawatir soal hilangnya pasokan dari Venezuela,” tambah Kilduff.

Phil Flynn, analis senior di Price Futures Group, mengatakan serangan Ukraina dikombinasikan dengan komitmen produksi OPEC telah mendorong kenaikan harga pada sesi pagi di New York.

“Serangan drone Ukraina terhadap ‘shadow fleet’ Rusia serta komitmen OPEC untuk mempertahankan level produksi saat ini membuat pasar berada dalam kondisi optimistis,” tulis Flynn dalam catatan pagi. “Hal ini terjadi ketika permintaan minyak global terus meningkat meski kita terus mendengar sentimen negatif di sisi permintaan.”

Konsorsium Pipa Kaspia (Caspian Pipeline Consortium/CPC), yang mengangkut sekitar 1% pasokan minyak global, mengatakan pada Sabtu bahwa salah satu dari tiga titik tambat (mooring) di terminal Novorossiysk mengalami kerusakan sehingga operasi dihentikan. Namun, Chevron, salah satu pemegang saham CPC, menyatakan pada Minggu malam bahwa kegiatan pemuatan di Novorossiysk masih berlanjut. Biasanya, dua titik tambat digunakan untuk pemuatan, sementara satu digunakan sebagai cadangan.

Serangan terhadap terminal ekspor CPC tersebut ikut mendorong harga minyak naik, kata analis UBS Giovanni Staunovo. Serangan itu terjadi ketika Ukraina meningkatkan operasi militernya di Laut Hitam dan menghantam dua kapal tanker minyak yang menuju Novorossiysk.

Sementara itu, Organisasi Negara-Negara Pengekspor Minyak (OPEC) dan sekutunya sebelumnya telah sepakat untuk melakukan jeda (pause) pada awal November, memperlambat upaya merebut kembali pangsa pasar di tengah kekhawatiran akan potensi kelebihan pasokan.(yds)

Sumber: Reuters.com

Related News

OIL

Harga Minyak Naik Dua Hari Beruntun, Ditopang Optimisme Daga...

Minyak naik untuk hari kedua di tengah optimisme atas perundingan perdagangan AS menjelang batas waktu minggu depan, dan kare...

25 July 2025 10:56
OIL

Brent Terombang-ambing, Pasar Bingung Antara Sanksi dan Paso...

Harga minyak mengalami pergerakan yang tidak stabil pada hari Selasa (15/07), di tengah ketidakpastian pasar atas dampak kebi...

15 July 2025 21:42
OIL

Minyak Dunia Tertahan

Harga minyak sedikit berubah setelah mengalami penurunan beberapa minggu yang lalu, dengan hubungan pedagang dampak dari sank...

22 September 2025 07:39
OIL

Pasokan Tambah, Ekspor Turun: Drama Baru Harga Minyak Dimula...

Harga minyak dunia pada Rabu (2/7) nyaris tak berubah karena pasar menimbang berbagai faktor, mulai dari rencana peningkatan ...

2 July 2025 16:19
BIAS23.com NM23 Ai