Harga Minyak Mantul dari Dasar, Negosiasi Damai Rusia–Ukraina Jadi Kunci
Harga minyak ditutup menguat pada hari Rabu (26/11), bangkit dari level terendah satu bulan di sesi sebelumnya, seiring investor menilai prospek kelebihan pasokan dan perundingan mengenai kesepakatan damai Rusia-Ukraina menjelang libur Thanksgiving AS.
Harga minyak mentah Brent berjangka ditutup 65 sen, atau 1,04%, lebih tinggi ke level $63,13 per barel, sementara harga minyak mentah West Texas Intermediate AS naik 70 sen, atau 1,21%, ke level $58,65.
Persediaan minyak mentah AS naik 2,8 juta barel menjadi 426,9 juta barel pekan lalu karena lonjakan impor, ungkap Badan Informasi Energi (EIA) pada hari Rabu. Para analis memperkirakan kenaikan sebesar 55.000 barel.
Perusahaan-perusahaan energi AS memangkas jumlah rig minyak sebanyak 12 menjadi 407 rig minggu ini, terendah sejak September 2021, menurut perusahaan jasa energi Baker Hughes, pada hari Rabu.
OPEC+ kemungkinan akan mempertahankan tingkat produksi pada pertemuannya hari Minggu, tiga sumber OPEC+ mengatakan kepada Reuters pada hari Selasa.
Harga minyak mentah sedikit tertopang oleh meningkatnya ekspektasi terhadap potensi penurunan suku bunga Federal Reserve AS pada bulan Desember. Suku bunga yang lebih rendah akan merangsang pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan permintaan minyak.
KERAGUAN MASIH ADA
Investor menunggu kejelasan lebih lanjut tentang negosiasi Rusia dan Ukraina pada hari Rabu.
Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy mengatakan kepada para pemimpin Eropa pada hari Selasa bahwa ia siap untuk memajukan kerangka kerja yang didukung AS untuk mengakhiri perang dengan Rusia, yang mendorong harga minyak mentah Brent dan WTI turun ke level terendah dalam satu bulan.
Presiden AS Donald Trump mengatakan ia telah mengarahkan perwakilannya untuk bertemu secara terpisah dengan Presiden Rusia Vladimir Putin dan pejabat Ukraina. Seorang pejabat Ukraina mengatakan Zelenskiy dapat mengunjungi Amerika Serikat dalam beberapa hari ke depan untuk menyelesaikan kesepakatan.
Konsorsium Pipa Kaspia (CPC), yang menangani sekitar 1,5% minyak dunia, mengatakan telah melanjutkan pemuatan minyak semalam, setelah sebelumnya menghentikan pemuatan setelah serangan pesawat nirawak Ukraina awal pekan ini. (Arl)
Sumber: Reuters.com