• Sat, Mar 7, 2026|
  • JKT --:--
  • TKY --:--
  • HK --:--
  • NY --:--

Market & Economic Intelligence Platform Insight on Macro, Commodities, Equities & Policy

20 November 2025 07:29  |

Harga Minyak Terguncang, Ini yang Terjadi!

Harga minyak masih tertahan di dekat penurunan terbesarnya dalam sepekan setelah data menunjukkan persediaan bahan bakar di AS meningkat. Investor juga memantau dampak sanksi terhadap dua raksasa minyak Rusia yang akan mulai berlaku pada hari Jumat. Kontrak WTI Januari diperdagangkan sedikit di atas US$59 per barel setelah turun lebih dari 2% pada Rabu, sementara Brent ditutup di bawah US$64 per barel.

Data pemerintah AS mencatat stok bensin dan distilat — termasuk solar — naik untuk pertama kalinya dalam lebih dari sebulan. Di sisi lain, persediaan minyak mentah AS justru turun 3,4 juta barel, berlawanan dengan perkiraan sebelumnya yang memperkirakan ada kenaikan sekitar 4,4 juta barel. Namun penurunan ini belum cukup mengubah sentimen pasar yang sudah khawatir kelebihan pasokan.

Sepanjang tahun ini, harga minyak cenderung melemah karena ekspektasi surplus pasokan global yang besar. Meski begitu, ketegangan geopolitik tetap menambah risk premium tipis pada harga. Sanksi AS terhadap Rosneft dan Lukoil yang mulai 21 November sudah mulai mengganggu aliran minyak, terutama ke India, sehingga pasar mencoba menimbang antara isu oversupply dan gangguan pasokan dari Rusia.

Di tengah tekanan sanksi, sejumlah pihak mulai melirik aset internasional Lukoil. Laporan menyebutkan beberapa kandidat pembeli mulai antre, sementara pejabat Exxon Mobil dikabarkan bertemu dengan Menteri Perminyakan Irak untuk membahas porsi kepemilikan Lukoil di ladang West Qurna 2, yang menyumbang sekitar 10% produksi minyak Irak. Ini menambah dinamika baru dalam lanskap minyak global.

Pengiriman bahan bakar Rusia pada paruh pertama November turun ke level terendah sejak invasi ke Ukraina, seiring kombinasi sanksi dan serangan ke infrastruktur kilang yang menekan ekspor. Pada Kamis pagi di Singapura, WTI Januari sempat naik tipis sekitar 0,6% ke US$59,59 per barel, dengan kontrak Desember di kisaran US$59,75, sementara Brent Januari masih tertahan setelah penurunan 2,1% ke US$63,51 per barel pada Rabu.(asd)

Sumber : Bloomberg.com

Related News

OIL

Harga Minyak Naik Dua Hari Beruntun, Ditopang Optimisme Daga...

Minyak naik untuk hari kedua di tengah optimisme atas perundingan perdagangan AS menjelang batas waktu minggu depan, dan kare...

25 July 2025 10:56
OIL

Brent Terombang-ambing, Pasar Bingung Antara Sanksi dan Paso...

Harga minyak mengalami pergerakan yang tidak stabil pada hari Selasa (15/07), di tengah ketidakpastian pasar atas dampak kebi...

15 July 2025 21:42
OIL

Minyak Dunia Tertahan

Harga minyak sedikit berubah setelah mengalami penurunan beberapa minggu yang lalu, dengan hubungan pedagang dampak dari sank...

22 September 2025 07:39
OIL

Pasokan Tambah, Ekspor Turun: Drama Baru Harga Minyak Dimula...

Harga minyak dunia pada Rabu (2/7) nyaris tak berubah karena pasar menimbang berbagai faktor, mulai dari rencana peningkatan ...

2 July 2025 16:19
BIAS23.com NM23 Ai