Dolar Melonjak, Emas Kandas: Fed Jadi Penyebab Ketegangan Pasar
Emas sedikit melemah pada hari Selasa (4/11), tertekan oleh dolar AS yang lebih kuat dan ketidakpastian yang masih ada atas langkah kebijakan Federal Reserve selanjutnya.
Pukul 09:00 ET (14:00 GMT), emas spot turun 0,8% menjadi $3.970,08 per ons dan emas berjangka AS turun 0,8% menjadi $3.980,31 per ons.
Logam ini telah berjuang untuk bertahan di atas level $4.000 karena dolar melanjutkan penguatannya, membuat emas batangan lebih mahal bagi pembeli luar negeri.
Emas tertekan oleh dolar yang lebih kuat
Dolar naik ke level tertinggi tiga bulan terhadap mata uang utama pada hari Senin, didukung oleh memudarnya taruhan penurunan suku bunga lagi tahun ini.
Ketua The Fed Jerome Powell pekan lalu mengisyaratkan bahwa bank sentral belum berkomitmen untuk pelonggaran lebih lanjut, dengan mengatakan bahwa langkah di bulan Desember "bukanlah kesimpulan yang pasti." Pasar sejak itu telah mengurangi ekspektasi penurunan suku bunga tahun ini.
Menambah ketidakpastian, beberapa pejabat The Fed pada hari Senin menyuarakan pandangan yang berbeda tentang perekonomian. Beberapa pembuat kebijakan menekankan perlunya kewaspadaan terhadap inflasi, sementara yang lain menunjukkan tanda-tanda perlambatan momentum pasar tenaga kerja.
Perpecahan ini memperkuat keraguan tentang seberapa cepat The Fed akan melanjutkan pemangkasan suku bunga, yang akan menjaga dolar tetap terdukung.
Emas, yang tidak menghasilkan bunga, cenderung kehilangan daya tarik ketika suku bunga tetap tinggi atau dolar menguat. Prospek pemangkasan suku bunga yang lebih sedikit dan imbal hasil riil yang lebih tinggi telah membebani permintaan investor.
Namun, logam mulia ini tetap didukung hingga tingkat tertentu oleh hubungan perdagangan AS-Tiongkok yang rapuh.
Tanda-tanda kemajuan terbaru antara Washington dan Beijing telah menenangkan pasar, tetapi kekhawatiran baru atas ekspor chip canggih telah mengikis optimisme.
Pasar logam juga turun
Logam mulia dan industri lainnya juga diperdagangkan lebih rendah karena dolar yang lebih kuat membebani.
Perak berjangka turun 1,5% menjadi $47,325 per ons, dan Platinum berjangka turun 2,2% menjadi $1.545,75/ons.
Harga tembaga berjangka acuan di London Metal Exchange turun 1,6% menjadi $10.670,20 per ton, sementara harga tembaga berjangka AS juga turun 2,1% menjadi $4,9593 per pon. (Arl)
Sumber: Investing.com